Strategi Pemkab Sampang Turunkan Angka Kemiskinan
- 05 Okt 2026 08:10 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Sampang mengimplementasikan program strategis untuk mengurangi angka kemiskinan melalui penyaluran bantuan sosial dan fasilitas kesehatan gratis.
- Wakil Bupati Ahmad Mahfudz menetapkan target ambisius untuk menurunkan persentase kemiskinan hingga 19 persen pada tahun ini, dari posisi sebelumnya yang masih di atas 20 persen.
- Program kerja dirancang khusus untuk menyasar akar permasalahan kemiskinan dengan pendekatan komprehensif dan konsisten dari jajaran pemerintah daerah.
RRI.CO.ID,Sampang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, terus menggenjot berbagai langkah strategis untuk mengikis angka kemiskinan di daerahnya. Fokus utama penanganan ini diwujudkan melalui penyaluran berbagai bentuk bantuan sosial (bansos) serta penyediaan fasilitas kesehatan yang bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat prasejahtera.
Wakil Bupati Sampang, Ahmad Mahfudz, menjelaskan bahwa jajarannya secara konsisten merancang program kerja yang langsung menyasar akar permasalahan kemiskinan. Pemerintah daerah memasang target ambisius agar persentase kemiskinan di wilayahnya dapat menyusut hingga menyentuh angka 19 persen pada tahun ini, mengingat periode sebelumnya masih berada di kisaran lebih dari 20 persen.
"Kami berupaya keras agar tahun ini rasio kemiskinan bisa ditekan turun sampai 19 persen. Tahun lalu posisi kita masih di atas 20 persen," ujar Mahfudz, Minggu 4 Oktober 2026.
Pejabat yang juga mengepalai Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Sampang ini merinci sejumlah program bansos yang kini tengah berjalan. Di antaranya meliputi distribusi Bantuan Langsung Tunai (BLT), program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta layanan kesehatan gratis lewat skema jaminan kesehatan semesta (universal health coverage).
Menurutnya, layanan kesehatan cuma-cuma ini memegang peranan vital untuk membentengi warga miskin maupun kelompok rentan agar tidak jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem akibat beban biaya pengobatan yang tinggi.
"Di samping program jaring pengaman sosial, Pemkab Sampang turut memberikan stimulus ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berupa kucuran modal serta bantuan peralatan kerja," katanya.
Menurut wabup, peningkatan kompetensi tenaga kerja juga digenjot melalui pelatihan vokasi, yang kemudian diselaraskan dengan penyelenggaraan bursa kerja secara berkala untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....