Pemkab Sampang Usulkan Benih Beras Fortifikasi untuk Atasi Stunting

  • 04 Okt 2026 15:39 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur berencana mengusulkan bantuan benih beras fortifikasi kepada pemerintah pusat pada tahun 2027.
  • Program beras fortifikasi diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya di wilayah yang masih mengalami kasus stunting.
  • Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sampang, Nurdin, akan memperoleh data wilayah stunting dari Dinas Kesehatan untuk menentukan lokasi penanaman dan kelompok tani yang akan terlibat dalam program.

RRI.CO.ID, Sampang - Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, berencana kembali mengusulkan bantuan benih beras fortifikasi kepada pemerintah pusat pada 2027. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, terutama di wilayah yang masih memiliki kasus stunting.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sampang, Nurdin, mengatakan pengajuan bantuan akan dilakukan setelah pihaknya memperoleh data wilayah yang masih memiliki kasus stunting. Data tersebut akan diminta dari Dinas Kesehatan untuk menentukan lokasi penanaman dan kelompok tani yang akan dilibatkan.

"Data wilayah stunting akan menjadi dasar kami dalam menentukan kelompok tani yang nantinya diarahkan menanam benih beras fortifikasi," kata Nurdin, Minggu 04 Oktober 2026.

Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan zat gizi mikro, salah satunya zinc. Pemerintah daerah berharap hasil panen dari benih tersebut dapat dikonsumsi masyarakat di sekitar wilayah sasaran sehingga manfaat program tidak berhenti pada sektor pertanian, tetapi juga mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Sampang sebelumnya pernah menerima bantuan benih beras fortifikasi sekitar 2022 atau 2023. Benih tersebut ditanam oleh kelompok tani dan hasil produksinya kemudian dikonsumsi masyarakat. Namun, pelaksanaan program menghadapi persoalan penerimaan di tingkat konsumen karena sebagian warga menilai rasa beras fortifikasi berbeda dengan beras yang biasa mereka konsumsi.

Persoalan tersebut menjadi salah satu catatan bagi pemerintah daerah apabila program kembali dijalankan. Selain memastikan benih ditanam oleh kelompok tani yang tepat, pemanfaatan hasil panen juga perlu diperhatikan agar beras fortifikasi benar-benar dikonsumsi oleh masyarakat yang menjadi sasaran program.

Nurdin mengatakan, jika bantuan benih kembali diperoleh pada 2027, penanaman akan diarahkan kepada kelompok tani yang berada di sekitar wilayah dengan kasus stunting.

"Pola tersebut diharapkan membuat hasil pertanian lebih mudah dimanfaatkan oleh masyarakat dan mendukung upaya peningkatan asupan gizi keluarga,"terangnya.

Menurut dia, koordinasi antarsektor menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Dinas Pertanian akan berperan dalam penyediaan dan pengembangan benih serta pendampingan kelompok tani, sementara data mengenai wilayah stunting diperlukan sebagai dasar penentuan sasaran.

Dengan pengusulan kembali bantuan benih beras fortifikasi, Pemkab Sampang berharap sektor pertanian dapat ikut berkontribusi dalam penanganan persoalan gizi.

"Program tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui peningkatan akses terhadap pangan yang memiliki kandungan gizi lebih baik,"tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....