Pentingnya Menjaga Etika Bermedia Sosial Demi Mencegah Konflik
- 01 Okt 2026 06:50 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sreseh, Badrut Tamam, menegaskan pentingnya menjaga adab dan etika atau akhlak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, penggunaan media sosial yang salah kerap menjadi embrio munculnya berbagai permasalahan di tengah masyarakat.
“Bahkan, perselisihan di dunia maya berpotensi memicu konflik fisik hingga tindak pidana pembunuhan,” ucapnya, dalam Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sampang, Kamis, 1 Oktober 2026.
Guna mencegah dampak buruk tersebut, ajaran Islam telah menyediakan sejumlah prinsip utama dalam beraktivitas di ruang digital. Langkah paling awal adalah menerapkan tradisi tabayun atau verifikasi informasi.
Masyarakat diimbau untuk meneliti kebenaran setiap pesan yang diterima dan tidak tergesa-gesa membagikannya kembali guna menghindari penyebaran hoaks serta fitnah, sebagaimana diamanatkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 6.
Selain tabayun, Badrut juga menekankan pentingnya menjaga lisan dan tulisan dengan tutur kata yang santun. Pengguna media sosial diminta menghindari ujaran kebencian, cacian, maupun komentar yang merendahkan orang lain.
Di samping itu, masyarakat diingatkan untuk tidak menyebarkan fitnah, ghibah, adu domba, serta wajib menjaga privasi diri dan orang lain tanpa membagikan konten pribadi atau aib tanpa izin.
Media sosial seharusnya difungsikan sebagai sarana dakwah dan ajakan pada kebaikan (amar ma'ruf nahi munkar). Badrut mengingatkan bahwa setiap jejak digital akan dimintai pertanggungjawaban di dunia dan akhirat. Ia juga mengimbau para orang tua agar mengawasi penggunaan gawai pada anak-anak agar tidak menyita waktu belajar dan ibadah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....