PT Sumatraco Perkuat Pengolahan Garam di tengah Tantangan Pasokan
- 30 Sep 2026 12:10 WIB
- Sampang
Poin Utama
- PT Sumatraco Langgeng Makmur memperkuat pengolahan garam dengan fasilitas produksi di Jalan Kalianak Barat, Surabaya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas di tengah kebutuhan industri yang beragam.
- Konsistensi mutu, efisiensi, dan kesinambungan pasokan menjadi prioritas utama perusahaan dalam mengembangkan bisnis pengolahan garamnya.
- Indonesia memiliki potensi garam yang besar dari wilayah pesisirnya yang luas, namun tantangan perbedaan kualitas, spesifikasi, kondisi cuaca, dan kesinambungan pasokan masih menjadi hambatan pemenuhan kebutuhan industri.
RRI.CO.ID, Surabaya - PT Sumatraco Langgeng Makmur memperkuat pengolahan garam untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut di tengah kebutuhan industri yang semakin beragam. Perusahaan yang memiliki fasilitas produksi di Jalan Kalianak Barat, Surabaya, menempatkan konsistensi mutu, efisiensi, dan kesinambungan pasokan sebagai bagian penting dalam pengembangan bisnisnya.
Indonesia memiliki potensi garam yang besar karena wilayah pesisirnya yang luas. Namun, ketersediaan bahan baku belum otomatis menjawab kebutuhan industri. Perbedaan kualitas, spesifikasi, kondisi cuaca, serta kesinambungan pasokan menjadi tantangan yang harus dihadapi agar garam dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan pengguna.
Direktur PT Sumatraco Langgeng Makmur Nurhadi Wiyono mengatakan pengolahan menjadi salah satu cara untuk memberikan nilai tambah terhadap bahan baku garam. Menurut dia, kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga oleh proses pengolahan yang dilakukan secara konsisten.
"Potensi garam harus diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Karena itu, kualitas dan konsistensi menjadi bagian penting dalam pengembangan perusahaan," ujar Nurhadi, Rabu 30 September 2026.
Bagi Sumatraco, proses pengolahan menjadi mata rantai penting antara produksi garam di tingkat hulu dan kebutuhan pengguna di hilir. Tahapannya meliputi pemeriksaan bahan baku, pengolahan sesuai karakteristik produk, pengeringan, pengayakan, hingga pengemasan dan penyimpanan.
"Setiap tahapan perlu dikendalikan agar mutu dan keseragaman produk tetap terjaga," kata Nurhadi.
Tantangan lain berasal dari produksi garam rakyat yang masih dipengaruhi kondisi alam. Intensitas panas matahari dan perubahan musim dapat mempengaruhi produktivitas bahan baku.
"Industri membutuhkan pasokan bahan baku yang terukur agar kegiatan produksi dapat berlangsung secara berkelanjutan," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat pengendalian kualitas menjadi bagian penting dalam kegiatan Sumatraco. Karakteristik bahan baku diperiksa sebelum masuk proses berikutnya, sementara kebersihan fasilitas, pengawasan produksi, efisiensi, teknologi, dan sumber daya manusia menjadi bagian dari sistem pengolahan.
Penguatan industri hilir juga tidak dapat dipisahkan dari rantai pasok.
"Petani garam, industri pengolahan, distributor, dan pengguna akhir merupakan bagian dari rantai yang saling berkaitan. Penguatan setiap mata rantai diperlukan untuk menjaga ketersediaan dan kualitas produk," kata Nurhadi.
Sumatraco tidak hanya mengandalkan peningkatan volume produksi dalam mengembangkan bisnisnya.
"Kualitas, konsistensi, efisiensi, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pelanggan menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha," ujar Nurhadi. Dari fasilitasnya di Surabaya, perusahaan mengolah garam untuk kebutuhan konsumsi maupun berbagai sektor industri.
Penguatan hilirisasi tersebut menjadi penting karena garam memiliki penggunaan yang luas, tidak hanya sebagai bahan konsumsi, tetapi juga sebagai bahan pendukung berbagai aktivitas industri. Bagi Sumatraco, kemampuan mengolah bahan baku menjadi produk dengan karakteristik sesuai kebutuhan menjadi bagian dari upaya memperkuat industri pengolahan garam di dalam negeri.
"Penguatan proses pengolahan menjadi salah satu langkah perusahaan menghadapi kebutuhan pasar yang terus berkembang," tutur Nurhadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....