Koperasi Merah Putih Sampang Belum Beroperasi, Sarpras Jadi Kendala

  • 28 Sep 2026 18:11 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Koperasi Merah Putih di Kabupaten Sampang, Madura belum dapat beroperasi meskipun sebagian bangunannya telah selesai dibangun.
  • Keterlambatan operasional disebabkan oleh belum lengkapnya fasilitas pendukung dan sarana prasarana yang diperlukan untuk layanan kepada masyarakat.
  • Pengawas Koperasi Wahyu Agustini menyatakan pemerintah daerah tetap berharap koperasi dapat segera beroperasi setelah semua komponen siap.

RRI.CO.ID, Sampang - Pengoperasian Koperasi Merah Putih di Kabupaten Sampang, Madura, masih menunggu kelengkapan sarana dan prasarana. Meski sebagian bangunan telah selesai, koperasi belum dapat memberikan layanan kepada masyarakat karena fasilitas pendukung belum seluruhnya tersedia.

Pengawas Koperasi Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang Wahyu Agustini mengatakan pemerintah daerah berharap Koperasi Merah Putih dapat segera beroperasi. Namun, waktu pengoperasian belum dapat dipastikan karena masih menunggu kesiapan seluruh komponen.

"Kalau ditanya kapan, saya ingin cepat. Cuma karena masih belum siap, jadi masih belum bisa cepat. Menunggu kesiapan semuanya," kata Agustini kepada RRI, Senin 28 September 2026.

Menurut Agustini bangunan yang telah berdiri belum otomatis membuat koperasi bisa langsung menjalankan layanan. Sejumlah sarana dan prasarana, termasuk perlengkapan gerai dan sistem pendukung, masih harus dilengkapi.

"Kalau sudah 100 persen, ya bisa beroperasional. Karena antara sarana prasarana satu dengan yang lain berkaitan. Meskipun yang 30 persen ada, tanpa yang 70 persen ini tidak bisa bergerak," ujarnya.

Agustini menjelaskan dari total 186 Koperasi Merah Putih yang direncanakan di Sampang, sekitar 100 koperasi telah memiliki bangunan yang selesai dibangun. Sementara sekitar 86 koperasi lainnya belum terbangun.

"Informasi kemarin dari pihak Kodim, dari 186, baru 100 yang terbangun. Kalau yang 100 itu bangunannya sudah 100 persen," ucapnya.

Menurut Wahyu, salah satu kendala pembangunan 86 koperasi tersebut adalah ketersediaan lahan. Lokasi pembangunan tidak bisa menggunakan sembarang tanah milik warga, tetapi diutamakan menggunakan aset desa atau pemerintah daerah dengan luas yang telah ditentukan, sekitar 1.000 meter persegi.

"Untuk bangunan itu awalnya pengajuan dari sini, lahannya siap, diajukan, disetujui, baru dibangun. Jadi memang kesiapan dulu," katanya.

Diskopindag Sampang kini masih menunggu seluruh perlengkapan gerai, sarana pendukung, hingga sistem atau software tersedia.

"Setelah seluruh komponen dinyatakan siap, Koperasi Merah Putih diharapkan dapat segera beroperasi dan memberikan layanan kepada masyarakat,"tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....