Tekan Stunting, Sampang Kembali Akan Mengajukan Benih Beras Fortifikasi
- 22 Sep 2026 12:46 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Sampang akan mengajukan bantuan benih beras fortifikasi kepada pemerintah pusat pada tahun 2027.
- Beras fortifikasi akan didistribusikan ke kelompok tani di wilayah yang masih memiliki kasus stunting untuk meningkatkan gizi masyarakat.
- Program ini merupakan upaya strategis pemerintah daerah untuk mengatasi masalah malnutrisi melalui penyediaan pangan yang diperkaya nutrisi.
RRI.CO.ID, Sampang - Pemerintah Kabupaten Sampang berencana kembali mengajukan bantuan benih beras fortifikasi kepada pemerintah pusat pada 2027. Penanaman beras tersebut nantinya akan diarahkan ke kelompok tani di sekitar wilayah yang masih memiliki kasus stunting.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang Nurdin mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu meminta data wilayah stunting kepada Dinas Kesehatan Sampang. Data tersebut diperlukan untuk menentukan lokasi kelompok tani yang akan menjadi sasaran penanaman.
"Kita coba mengajukan lagi pada 2027. Tapi saya mau minta data dulu ke Dinas Kesehatan, wilayah stunting itu di mana," kata Nurdin, Selasa 22 September 2026.
Menurut Nurdin, beras fortifikasi sebelumnya pernah diterima Sampang melalui bantuan pemerintah pusat sekitar 2022 atau 2023. Benih tersebut kemudian ditanam oleh kelompok tani dan hasil panennya dikonsumsi oleh masyarakat.
"Beras fortifikasi itu diperuntukkan untuk stunting. Berasnya mengandung zinc. Dulu kita pernah mendapat bantuan benih itu dan ditanam oleh kelompok tani," ujarnya.
Namun, Nurdin mengakui sebagian masyarakat kurang menyukai beras fortifikasi setelah mengetahui rasanya berbeda dengan beras yang biasa dikonsumsi. Meski begitu, beras tersebut tetap dikonsumsi masyarakat dan secara fisik tidak jauh berbeda dari beras biasa.
"Masyarakat kurang suka karena rasanya berbeda, katanya tidak enak. Tetapi secara fisik bentuknya sama dengan beras biasa," jelas Nurdin.
Jika bantuan kembali diberikan pada 2027, Nurdin berharap penanaman dilakukan oleh kelompok tani yang berada dekat dengan wilayah stunting. Dengan begitu, hasil panen beras fortifikasi dapat langsung dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu upaya mendukung pemenuhan gizi dan penanganan stunting.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....