BPBD Sampang Jawab Keluhan Warga Soal Krisis Air Bersih
- 21 Sep 2026 15:19 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang merespons keluhan masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih di tengah musim kemarau. BPBD memastikan distribusi air terus dioptimalkan, terutama ke wilayah yang masuk kategori kering kritis.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan pihaknya terus melakukan dropping air bersih dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Respons tersebut menyusul keluhan Matheri, 39 tahun, warga Dusun Arnih Timur, Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal. Ia mengaku sumur dan sumber mata air di wilayahnya mulai mengering. Kondisi itu membuat sebagian warga terpaksa membeli air tangki secara mandiri dengan harga sekitar 150 ribu hingga 300 ribu rupiah.
Kata Hozin, saat ini terdapat 78 desa yang masuk kategori kering kritis. Namun, tidak semua desa mendapatkan jatah dua tangki. Distribusi dilakukan secara bergantian dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan, karena armada yang dimiliki BPBD masih terbatas.
"Armada kami memang terbatas. Dua armada kita digunakan secara bergantian untuk melayani 12 kecamatan," ujar Hozin, di Program Halo RRI menjawab keluham warga, Senin 21 September 2026.
Dalam sehari, BPBD Sampang maksimal melakukan dropping enam tangki air bersih. Setiap tangki memiliki kapasitas lebih dari 5 ribu liter. Masyarakat yang membutuhkan bantuan air dapat menyampaikannya melalui pemerintah desa untuk kemudian dikoordinasikan dengan BPBD.
"Kami tetap mengoptimalkan apa yang menjadi keluhan masyarakat. Kalau ada keluhan kebutuhan air bersih, akan kami lakukan dropping," katanya.
Untuk memperkuat penanganan kekeringan, BPBD Sampang juga masih mengajukan penambahan anggaran melalui perubahan anggaran kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sampang.
"Tambahan anggaran tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan penanganan kekeringan, termasuk distribusi air bersih," ungkapnya.
Di sisi lain, BPBD mengimbau masyarakat untuk menghemat dan menggunakan air secara bijak.
"Dengan semakin terbatasnya sumber air dan armada distribusi, penghematan diperlukan agar persediaan yang ada dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan penting sehari-hari,"tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....