Lima Kecamatan Kering Kritis, Pemkab Sampang-Ormas Salurkan Bantuan Air
- 07 Sep 2026 20:10 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang – Kekeringan kembali menjadi persoalan serius di Kabupaten Sampang. Di tengah ancaman krisis air bersih, pemerintah bersama Forum Sampang Sehat dan sejumlah pihak menyalurkan sejuta liter air untuk membantu masyarakat terdampak.
Bupati Sampang Slamet Junaidi secara simbolis meluncurkan program distribusi air bersih tersebut, Senin, 7 September 2026. Program yang diinisiasi Forum Sampang Sehat itu menargetkan sekitar 200 tangki air untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan hari ini baru saja kita launching, yakni satu juta liter air yang akan kita distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Haji Idi-sapaan akrabnya.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah wilayah di Sampang yang rentan terhadap kekeringan. Kondisi tersebut membuat keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
“Masih ada beberapa wilayah yang rentan terhadap kekeringan. Karena itu, kita membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk membantu masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Forum Sampang Sehat, Farida mengatakan distribusi sejuta liter air merupakan bentuk ikhtiar membantu masyarakat yang terdampak kekeringan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Untuk tahap awal, bantuan diprioritaskan ke lima kecamatan, yakni Kedungdung, Robatal, Karang Penang, Sreseh, dan Tambelangan. Kelima wilayah tersebut dinilai memiliki desa-desa yang cukup dominan terdampak kekeringan.
“Lima kecamatan ini menjadi prioritas karena desa-desanya cukup dominan terkena dampak kekeringan,” ujar Farida.
Program tersebut menargetkan sekitar 200 tangki air, dengan asumsi setiap tangki berkapasitas 5.000 liter. Penyaluran air bersih dijadwalkan berlangsung hingga 30 September 2026.
Bantuan ini menjadi penyangga bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air selama kemarau. Namun, distribusi tangki juga menunjukkan bahwa akses air bersih masih menjadi persoalan yang harus kembali dihadapi masyarakat setiap musim kekeringan.
Di tengah kemarau yang semakin panjang, sejuta liter air bukan hanya soal angka. Bagi warga terdampak, air tersebut menjadi kebutuhan dasar untuk bertahan. Persoalannya, sejauh mana bantuan sementara ini mampu menjawab krisis air yang terus berulang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....