Pemkab Sampang Optimalkan Peran Kelas Ibu Balita
- 16 Sep 2026 09:02 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Sampang memperkuat komitmen menekan angka prevalensi stunting melalui optimalisasi program kelas ibu balita sebagai strategi pencegahan gizi buruk.
- Plt Kepala Dinkes-KB Sampang, Dwi Herlinda Lusi Harini, menekankan bahwa intervensi ini krusial menghadapi tren kenaikan prevalensi stunting dalam tiga tahun terakhir.
- Program kelas ibu balita dirancang sebagai strategi hulu untuk membentengi tumbuh kembang anak dari ancaman gizi buruk sejak dini.
RRI.CO.ID, Sampang - Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka prevalensi stunting. Melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB), pemkab mengoptimalkan pelaksanaan program "kelas ibu balita" sebagai strategi hulu untuk membentengi tumbuh kembang anak dari ancaman gizi buruk.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes-KB Kabupaten Sampang, Dwi Herlinda Lusi Harini, menjelaskan bahwa langkah intervensi ini krusial mengingat adanya tren kenaikan angka prevalensi dalam tiga tahun terakhir.
Berdasarkan data resmi, angka stunting di Sampang tercatat sebesar 11,2% pada 2023, kemudian meningkat signifikan menjadi 18,3% pada 2024, dan kembali naik tipis ke angka 18,5% pada 2025.
"Jasi melalui program kelas ibu balita, pemerintah tidak hanya sekadar mendata, tetapi langsung menyasar para orang tua yang memiliki anak usia 2 hingga 5 tahun," jelasnya, Rabu 16 September 2026.
Langkah preventif ini diharapkan mampu membalikkan kurva kenaikan angka stunting yang terjadi dalam tiga tahun terakhir, sekaligus membangun kesadaran kolektif tingkat keluarga di Kabupaten Sampang.
"Karena kami menyadari bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan kuratif (pengobatan), melainkan harus melalui edukasi masif agar kesadaran gizi keluarga tumbuh dari dalam rumah," tutupnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....