BPBD Sampang Akui Bantuan Air Bersih Belum Penuhi Kebutuhan Warga
- 10 Sep 2026 08:55 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - BPBD Kabupaten Sampang mengakui distribusi air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan masih jauh dari kebutuhan. Saat ini, setiap desa terdampak hanya mendapat jatah sekitar dua truk tangki air.
Kepala Pelaksana BPBD Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, mengatakan sedikitnya 78 desa di 12 kecamatan mengalami kekeringan kritis. Kondisi itu berdampak terhadap sekitar 3.000 warga atau sekitar 1.000 kepala keluarga.
"Yang masuk kategori wilayah kering kritis ada 12 kecamatan, dengan 78 desa. Kalau KK-nya kurang lebih sekitar 1.000 kepala keluarga, sedangkan jumlah jiwanya sekitar 3.000," katanya, Kamis 10 September 2026.
Menurut Fajar, kebutuhan air bersih di lapangan jauh lebih besar dibanding kemampuan distribusi yang dimiliki BPBD.
"Per desa itu ada dua truk tangki air. Jumlah itu sangat kurang. Idealnya sekitar enam sampai tujuh tangki setiap desa," ujarnya.
Untuk menambah pasokan air bersih, BPBD telah mengirim surat permohonan bantuan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur.
"Kami sudah berkirim surat ke BPBD Provinsi untuk meminta bantuan dropping air bersih, tetapi sampai sekarang masih belum ada kabar," jelasnya.
Ia menyebut keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Tahun ini BPBD hanya memiliki anggaran sekitar Rp75 juta untuk kegiatan dropping air bersih.
"Anggaran kita untuk tahun 2026 sekitar Rp75 juta. Karena itu, kami juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi untuk meminta bantuan anggaran untuk dropping air bersih," katanya.
Fajar memperkirakan jumlah wilayah terdampak akan terus bertambah jika musim kemarau berkepanjangan. Di sisi lain, sumber air yang dapat dimanfaatkan juga semakin sulit ditemukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....