Potensi Besar Sampah Organik: Dari Dapur Jadi Pendukung Ketahanan Pangan di Sampan

  • 01 Sep 2026 20:02 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Sampah organik dapur merupakan sumber daya berharga yang dapat dikelola dengan benar untuk mendukung ketahanan pangan.
  • Sisa sayuran, kulit buah, potongan batang tanaman, dan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pengelolaan lingkungan.
  • Dialog dalam program Kentongan RRI Pro 1 Sampang menunjukkan potensi besar sampah organik untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan secara bersamaan.

RRO.CO.ID, Sampang - Sampah organik yang selama ini sering dianggap limbah tak berguna, ternyata menyimpan potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Hal itu disampaikan oleh Agus Hendra Purnomo dalam dialog di program Kentongan, RRI Pro 1 Sampang, Selasa, 1 September 2026.

Dalam siaran bertema pengelolaan sampah organik dapur MBG, dijelaskan bahwa sisa sayuran, kulit buah, potongan batang tanaman, hingga sisa makanan rumah tangga maupun dapur program Makan Bergizi Gratis adalah sumber daya yang sangat berharga jika dikelola dengan benar.

"Sampah organik itu bukan sampah sembarangan. Kalau kita kelola dengan baik, ia bisa berubah menjadi pupuk yang menyuburkan tanah, mengurangi tumpukan sampah di lingkungan, dan pada akhirnya ikut menjaga ketersediaan pangan kita sendiri," ujarnya.

Pengolahan sampah organik pun tidak memerlukan teknologi rumit. Warga bisa melakukannya secara sederhana di rumah masing-masing, mulai dari memilah sisa organik dari sampah lain, hingga mengomposkannya. Langkah sederhana itu ternyata berdampak besar: mengurangi pencemaran lingkungan, menekan biaya beli pupuk, hingga menjadikan tanah lebih subur untuk bercocok tanam.

Selain manfaat bagi lingkungan, pengelolaan sampah organik juga erat kaitannya dengan ketahanan pangan. Tanah yang subur akan menghasilkan panen yang melimpah, sehingga ketersediaan pangan terjaga dan tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar.

Agus yang juga aktif di Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sampang berharap, kesadaran warga untuk mengelola sampah organik terus tumbuh. Ke depannya, direncanakan akan ada pendampingan dan gerakan bersama agar pengelolaan sampah organik dapat menyebar luas hingga ke desa-desa di Kabupaten Sampang.

"Mari mulai dari hal kecil, mulai dari rumah kita sendiri. Apa yang kita buang dan kelola hari ini, akan kembali bermanfaat bagi kita dan lingkungan di masa depan," pesannya.

Pembahasan ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar kewajiban petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama demi lingkungan yang lebih sehat dan ketahanan pangan yang kokoh.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....