BPBD Sampang Gandeng PDAM Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan

  • 31 Agt 2026 05:54 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • BPBD Kabupaten Sampang dan Perumdam Trunojoyo berkolaborasi untuk menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan.
  • Distribusi pertama dilakukan pada 24 Agustus 2026 di Dusun Bujeen, Desa Palasah, Kecamatan Sreseh, dan Dusun Beduek, Desa Karang Penang Ojur, Kecamatan Karang Penang.
  • Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat layanan distribusi air bersih selama musim kemarau agar jangkauan lebih luas ke masyarakat yang mengalami kesulitan air.

RRI.CO.ID, Sampang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang menggandeng Perumdam Trunojoyo untuk menyalurkan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Distribusi perdana dilakukan pada Jumat, 24 Agustus 2026, di Dusun Bujeen, Desa Palasah, Kecamatan Sreseh, serta Dusun Beduek, Desa Karang Penang Ojur, Kecamatan Karang Penang.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan kerja sama dengan Perumdam dilakukan untuk memperkuat layanan distribusi air bersih selama musim kemarau. "Kami menggandeng Perumdam agar penyaluran air bersih dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan air," katanya.

Menurut Hozin, BPBD menyiapkan dua unit mobil tangki, sedangkan Perumdam Trunojoyo mengerahkan satu armada untuk mendukung distribusi. Bantuan akan disalurkan secara bergilir berdasarkan hasil asesmen di lapangan dan permintaan dari pemerintah desa.

BPBD mencatat sedikitnya 78 desa di 12 kecamatan masuk dalam wilayah prioritas penanganan kekeringan. Penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama status siaga darurat kekeringan masih berlaku hingga 31 Oktober 2026.

"Kami berharap sinergi dengan Perumdam dapat mempercepat penanganan krisis air bersih. Jika kebutuhan meningkat, distribusi akan disesuaikan agar masyarakat tetap mendapatkan pasokan air," ujar Hozin.

Musim kemarau yang mencapai puncaknya pada Agustus menyebabkan sejumlah sumber air warga mengering. Kondisi tersebut mendorong BPBD bersama Perumdam mempercepat distribusi air bersih sebagai langkah tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

BPBD mengimbau pemerintah desa segera melaporkan apabila terjadi kekurangan air bersih di wilayahnya. Laporan tersebut akan menjadi dasar penentuan jadwal distribusi berikutnya agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....