Ulama Ajak Umat Perbanyak Sholawat di Peringatan Maulid Nabi
- 28 Agt 2026 16:36 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sumenep – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman Bapak Tosa, Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, Jumat 28 Agustus 2026 diisi tausiyah oleh KH Ahmad Fauzan, Pengasuh Pondok Pesantren Ummul Quro As-Suyuti Plakpak, Pamekasan. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat memperbanyak membaca sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meraih keberkahan.
KH Ahmad Fauzan mengutip pendapat Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Kitab Nikmatul Kubro yang menyebutkan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW mengandung keberkahan. Menurutnya, bunga maulid, air yang dibacakan sholawat, hingga uang yang dibacakan maulid lalu disimpan di dompet diyakini menjadi wasilah keberkahan dan rezeki atas izin Allah SWT.
| Baca juga: Iman dan Takwa Pembuka Pintu Rezeki Utama |
"Semua yang berhubungan dengan Rasulullah SAW mengandung keberkahan. Air yang dibacakan sholawat menjadi air yang penuh berkah, begitu pula berbagai bentuk penghormatan kepada Nabi," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa membaca sholawat memiliki keutamaan yang sangat besar. Menurutnya, sholawat yang dibaca seorang muslim tetap diterima Allah SWT meskipun belum mampu menghadirkan kekhusyukan secara sempurna.
| Baca juga: Rezeki Halal Jadi Kunci Doa Diijabah |
"Orang yang bersholawat satu kali kepada Nabi akan dibalas sepuluh kali rahmat oleh Allah, diampuni dosa-dosanya, dan diangkat derajatnya. Karena itu, perbanyaklah membaca sholawat setiap hari," katanya.
KH Ahmad Fauzan mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai sarana mendidik diri agar semakin mencintai Rasulullah SAW dan semakin gemar bersholawat. Ia menganjurkan agar sholawat menjadi amalan harian, terutama setelah melaksanakan ibadah.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial pada era digital. Menurutnya, informasi yang disebarkan harus membawa kebaikan dan tidak menimbulkan mudarat bagi orang lain.
"Kalau yang akan diunggah itu baik, silakan. Tetapi jika tidak baik, lebih baik jangan dipublikasikan. Kita juga harus menjaga tradisi masyarakat Madura yang mencintai Maulid Nabi dan terus melestarikannya," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....