Panduan Memelihara Niat dan Keikhlasan dalam Kehidupan Sehari-hari
- 27 Agt 2026 08:41 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Keikhlasan bukanlah sebuah kondisi yang bersifat statis, melainkan sesuatu yang dinamis dan harus terus-menerus dipelihara. Penjelasan mendalam mengenai hal ini disampaikan oleh Ustadz Alif Ahallana Mawalid, seorang Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Omben, dalam sebuah program Mutiara Pagi di RRI Sampang, pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia menegaskan bahwa kejujuran niat merupakan pondasi utama dari seluruh rangkaian amalan manusia. Melandasi pembahasannya dengan hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Ustadz Alif mengingatkan bahwa setiap amalan sangat bergantung pada niat awal pelakunya. Keikhlasan yang sudah ada bisa saja mengikis sewaktu-waktu ketika timbul rasa kecewa saat kebaikan yang dilakukan tidak dihargai oleh orang lain.
“Oleh sebab itu, setiap Muslim dituntut untuk secara konsisten memantau serta meluruskan niatnya dalam segala perbuatan,” ucapnya.
Ia melanjutkan, terdapat tiga ruang utama tempat keikhlasan harus diterapkan. Pertama adalah ikhlas dalam bekerja dan beramal, tanpa memandang profesi baik sebagai nelayan, petani, ASN, pedagang, maupun guru. Sebagaimana termaktub dalam Surah Al-An'am ayat 162, seluruh bentuk rutinitas dan ibadah sepatutnya didedikasikan sepenuhnya hanya untuk Allah SWT semata.
Ruang kedua dan ketiga menyangkut penerimaan terhadap takdir serta hubungan antarmanusia. Ketika usaha tidak membuahkan hasil sesuai harapan, ikhlas diwujudkan melalui kelapangan dada setelah melakukan ikhtiar maksimal, merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 216. Selain itu, bentuk ikhlas tertinggi tercermin saat seseorang berbuat baik tanpa mengharapkan balasan atau sekadar ucapan terima kasih dari sesama, sesuai petunjuk Surah Al-Insan ayat 9.
Sebagai penutup, ustadz Alif memberikan tips konkret untuk merawat ikhlas, di antaranya menyembunyikan sebagian amal kebaikan, berfokus pada kebersihan niat hati daripada tampilan fisik, serta memperbanyak doa keteguhan hati.
“Orang yang ikhlas tidak akan pusing oleh cemoohan dan tidak akan membusungkan dada saat dipuji, sehingga mampu menjalani hidup dengan tenang dan berprasangka baik pada takdir Allah,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....