Akademisi: Pemberdayaan Perempuan Kunci Memutus Rantai Kemiskinan

  • 25 Agt 2026 20:14 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID,Sampang - Dosen Institut Agama Islam Miftahul Ulum Pamekasan, Siti Harizah, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci utama memutus rantai kemiskinan global karena pendapatan perempuan terbukti efektif mendanai pendidikan dan kesehatan anak.

Harizah menyatakan fondasi paling penting untuk memulai gerakan ini adalah memberikan akses setara terhadap pendidikan dan literasi keuangan.

Pengarusutamaan Gender (PUG) sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari karena ketimpangan bermula dari keluarga, bukan sekadar urusan pemerintah.

"Contoh PUG paling sederhana adalah pembagian tugas domestik yang adil antara suami dan istri. Langkah nyata ini mendesak dilakukan karena budaya patriarki terbukti masih kuat menghambat perempuan keluar dari kemiskinan akibat pembatasan ruang gerak mereka" ujarnya di sela sela dialog dalam program Pangerusutamaan Gender di studio RRI Sampang. Senin, 24 Agusuts 2026.

Dr. Siti Harizah mengingatkan bahwa pemberdayaan bisa memicu beban ganda (double burden) jika perempuan dituntut ° mencari nafkah tanpa keadilan berbagi tugas rumah tangga. Beliau meluruskan bahwa perempuan tidak harus bekerja di luar rumah untuk disebut berdaya; mengelola usaha mikro secara mandiri juga bentuk kelayakan. Selain itu, penghasilan perempuan tidak otomatis menyejahterakan keluarga jika kontrol finansial masih timpang.

Di sinilah peran laki-laki menjadi sangat krusial Of sebagai mitra strategis, bukan pesaing. Laki-laki harus mendukung pembagian kerja domestik yang setara dan melibatkan perempuan dalam keputusan finansial keluarga. Dukungan penuh dari laki-laki akan mencegah beban ganda, sehingga peningkatan pendapatan perempuan berbanding lurus dengan kesejahteraan total seluruh anggota keluarga.

Terakhir, strategi PUG harus inklusif menjangkau perempuan miskin, perempuan desa, dan kelompok rentan di akar rumput.

"Caranya adalah lewat pelatihan keterampilan lokal, kemudahan akses modal mikro, dan penyediaan fasilitas ramah perempuan. Melalui sinergi dengan pemerintah desa dan tokoh agama, hambatan kultural dapat dikikis demi mewujudkan ekonomi yang berjaya ujarnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....