BPBD Sampang Belum Salurkan Bantuan Air Bersih

  • 25 Agt 2026 09:55 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Puluhan desa di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, masih menunggu distribusi bantuan air bersih yang tertunda dari target awal Agustus 2026.
  • BPBD Kabupaten Sampang menargetkan distribusi air bersih dimulai pada akhir Agustus 2026 setelah penundaan sebelumnya.
  • Masyarakat di wilayah terdampak kekeringan mulai menghadapi keterbatasan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari akibat penundaan bantuan.

RRI.CO.ID, Sampang — Puluhan desa terdampak kekeringan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, masih menunggu distribusi bantuan air bersih. Rencana penyaluran yang sebelumnya ditargetkan mulai awal Agustus 2026 belum terealisasi hingga memasuki pekan terakhir bulan ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang kini menargetkan distribusi air bersih dimulai pada akhir Agustus 2026. Penundaan terjadi ketika masyarakat di sejumlah wilayah terdampak kekeringan mulai menghadapi keterbatasan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, mengatakan pihaknya masih menyiapkan teknis distribusi, termasuk jadwal dan rute menuju desa-desa prioritas.

“Distribusinya mulai dilakukan akhir Agustus ini,” ujar Fajar Arif, Minggu, 23 Agustus 2026.

BPBD Sampang mencatat terdapat 12 kecamatan yang masuk kategori kering kritis. Dari wilayah tersebut, sebanyak 78 desa diprioritaskan untuk mendapatkan suplai air bersih.

“Dari wilayah tersebut, ada sebanyak 78 desa diprioritaskan untuk mendapatkan suplai air bersih,” katanya.

Persoalan utama bukan hanya luasnya wilayah terdampak, tetapi juga keterbatasan armada pengangkut air. BPBD Sampang saat ini memiliki dua unit mobil tangki. Sementara satu unit tangki milik PDAM disiapkan untuk membantu distribusi kepada masyarakat terdampak.

Keterbatasan tersebut membuat distribusi air bersih tidak mudah dilakukan secara serentak. BPBD harus menentukan skala prioritas agar armada yang tersedia dapat menjangkau desa yang dinilai paling membutuhkan.

“Dengan keterbatasan armada, kami berupaya mencari alternatif agar bantuan tetap bisa menjangkau lebih banyak warga,” ujar Fajar.

Kondisi ini menempatkan puluhan desa dalam posisi menunggu kepastian bantuan. Pemerintah daerah dituntut memastikan distribusi tidak kembali mundur, terutama bagi warga yang menggantungkan kebutuhan air bersih dari bantuan pemerintah selama musim kemarau.

Jika target akhir Agustus kembali tidak terealisasi, persoalan distribusi air bersih berpotensi semakin membebani masyarakat di wilayah kering kritis. Selain memastikan jadwal, pemerintah juga perlu memperkuat armada dan pola distribusi agar bantuan tidak hanya tiba di desa prioritas, tetapi benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....