Mengulik Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Madura
- 24 Agt 2026 13:55 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang — Tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa sallam di masyarakat Madura bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, perayaan yang tumbuh dan mengakar kuat sejak turun-temurun ini menyimpan pesan-pesan kemanusiaan, kasih sayang, dan kebersamaan yang menjadi identitas masyarakat setempat.
Hal tersebut disampaikan Budayawan Bangkalan, Hidrosin Sabaruddin dalam dialog Sampang Menyapa RRI Pro 1 Sampang, Senin, 24 Agustus 2026.
“Di tanah Madura, Maulid bukan sekadar peringatan kelahiran. Ia menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga, menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah, dan menjaga keutuhan masyarakat. Setiap syair yang dibaca, setiap sholawat yang dilantunkan, semuanya mengandung doa dan harapan agar kita senantiasa mengikuti jejak beliau,” ujar Doing-sapaan akrabnya.
Beberapa tradisi khas yang selalu melekat dalam perayaan Maulid di Madura antara lain pembacaan syair-syair pujian khas, sholawat bersama, tausiyah, hingga kegiatan makan bersama warga. Tradisi ini, kata beliau, lahir dari nilai-nilai yang ditanam para leluhur dan terus dijaga berkat peran aktif pondok pesantren serta tokoh-tokoh masyarakat.
Namun di tengah arus modernisasi, Doing juga mengingatkan adanya tantangan dalam melestarikan makna sebenarnya. Ia berharap generasi muda tidak hanya terjebak pada kemeriahan semata, tetapi benar-benar menghayati inti ajaran Rasulullah SAW, seperti kesederhanaan, kejujuran, kasih sayang, dan akhlak yang mulia.
“Kita rayakan Maulid bukan hanya untuk seru-seruan. Yang paling penting adalah bagaimana sifat-sifat terpuji Rasulullah bisa kita tiru dalam kehidupan sehari-hari. Itulah cara terbaik kita mencintai beliau,” katanya, menambahkan.
Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Sampang dan sekitarnya digelar mulai dari tingkat desa, kelurahan, hingga instansi pemerintab dan lembaga pendidikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....