Pertamina FT Malang Perkuat Mitigasi Penyaluran dan Keselamatan BBM
- 19 Agt 2026 18:28 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Fuel Terminal Malang PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat sistem keselamatan dan mitigasi untuk memastikan kontinuitas penyaluran bahan bakar minyak kepada masyarakat.
- Langkah mitigasi dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, termasuk bencana alam, kemacetan, dan kendala distribusi.
- Doly Pratama Yudha, Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Malang, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan operasional dan kelancaran distribusi BBM.
RRI.CO.ID, Malang - Fuel Terminal (FT) Malang PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat sistem keselamatan dan mitigasi untuk memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat tetap berjalan, termasuk ketika terjadi gangguan distribusi maupun kondisi darurat.
Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Malang, Doly Pratama Yudha, mengatakan langkah mitigasi dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari bencana alam, kemacetan hingga kendala distribusi.
Menurut Doly, FT Malang memiliki luas sekitar 3,6 hektare dan melayani kebutuhan BBM di sejumlah wilayah, meliputi Kota Malang, Kota Batu, Kota Blitar, Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung hingga sebagian wilayah Pasuruan.
“Kami berusaha memitigasi penyaluran BBM ke masyarakat agar tidak terganggu. Kalau terganggu, kami siapkan alternatifnya,” ujar Doly di hadapan puluhan awak media dari perwakilan Jatimbalinus dalam kunjungan yang dilakukan pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Ia menambahkan, untuk pola penerimaan BBM, FT Malang menggunakan dua jalur, yakni melalui kereta api dari Surabaya dan mobil tangki. Produk yang diterima di antaranya Biosolar yang dikirim menggunakan kereta api serta Pertamina Dex melalui mobil tangki.
"Pertamina juga telah memetakan sejumlah depot alternatif yang dapat membantu memasok kebutuhan BBM apabila FT Malang mengalami gangguan distribusi. Beberapa depot tersebut berada di Madiun, Surabaya dan Tanjungwangi," ucapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, mitigasi juga disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat maupun bencana, seperti longsor dan banjir yang berpotensi menghambat akses distribusi. Termasuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di Malang yang dikenal sebagai salah satu kota tujuan wisata.
"Saat terjadi lonjakan kebutuhan di kawasan wisata, Pertamina dapat menyiapkan mobil tangki standby di sejumlah SPBU untuk mengantisipasi kekosongan stok akibat tingginya konsumsi," imbuhnya.
Di sisi lain, aspek pengawasan kualitas BBM juga menjadi perhatian. Doly menjelaskan, pemeriksaan dilakukan melalui complete test dan short test.
"Complete test mencakup seluruh parameter BBM dan dilakukan di Surabaya. Sementara di FT Malang, pemeriksaan dilakukan melalui short test, meliputi pengecekan densitas, suhu dan kandungan air dalam BBM," ungkapnya.
Setiap mobil tangki yang akan keluar dari terminal juga menjalani pemeriksaan. Petugas memastikan kualitas BBM secara visual, kesesuaian volume serta memastikan tidak terdapat kandungan air.
“Kalau tidak lolos, kami kembalikan dan dilakukan pengujian lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk memperkuat keselamatan, FT Malang dilengkapi berbagai perangkat, mulai dari sistem pemadam kebakaran, APAR, gas detector hingga sistem pressurized wet system.
"Melalui sistem ini jaringan pipa pemadam kebakaran selalu terisi air sehingga ketika terjadi kondisi darurat, air dapat langsung dialirkan untuk melakukan penanganan awal," imbuhnya.
FT Malang juga memiliki water wall yang dapat bekerja secara otomatis ketika sistem mendeteksi asap atau potensi kejadian flash fire. Selain itu, gas detector ditempatkan di sejumlah titik untuk mendeteksi kebocoran atau uap BBM yang melebihi ambang batas.
"Seluruh sistem ini terhubung dengan alarm sehingga potensi gangguan dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti," katanya.
Dalam aspek kesiapsiagaan, simulasi keadaan darurat juga dilakukan secara rutin setiap bulan bagi pekerja. Sementara latihan bersama masyarakat dilakukan minimal satu kali dalam setahun.
“Setiap bulan teman-teman di FT Malang selalu dilatih untuk menghadapi keadaan darurat,” kata Doly dengan mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....