Pertamina Pastikan Stok BBM Subsidi Aman, Kuota Tetap Terbatas
- 19 Agt 2026 08:44 WIB
- Sampang
Poin Utama
- PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak bersubsidi dalam kondisi yang aman dan terjamin.
- Penyaluran BBM subsidi tetap mengacu pada kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai standar operasional.
- Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menyampaikan komitmen ini pada acara Sharing Session AJP Fiesta 2026 di Hotel Royal Orchid, Batu.
RRI.CO.ID, Batu - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam kondisi aman. Namun, penyaluran BBM subsidi tetap mengacu pada kuota yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Sharing Session AJP Fiesta 2026 di Hotel Royal Orchid, Batu. 18 Agustus 2026.
| Baca juga: Warga Pamekasan Kesulitan Dapat BBM di SPBU |
Menurut Ahad, penyerapan kuota BBM subsidi saat ini telah mencapai lebih dari 50 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat untuk mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
“Lebih dari 50 persen itu sudah digunakan masyarakat, diserap untuk beraktivitas, untuk bepergian, dan lain-lain,” ucap Ahad.
Dengan kondisi tersebut, Pertamina bersama pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan BBM subsidi tetap terjaga hingga akhir tahun. Terlebih, masih terdapat sekitar enam bulan masa berjalan 2026 yang harus dipenuhi kebutuhan energinya.
Ahad menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi, terutama di wilayah yang kebutuhan energinya berpotensi melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah pusat.
Jika kebutuhan di suatu wilayah meningkat, pemerintah daerah dapat mengajukan penambahan kuota kepada pemerintah pusat.
“Semakin cepat pengajuannya, proyeksinya sudah tergambarkan, kami bisa menyiapkan. Setiap bulan kami laporkan berapa jumlah kuota yang tersedia. Ini menjadi evaluasi pemerintah daerah untuk kemudian memperhitungkan dan melakukan pengajuan,” jelasnya.
Ahad menegaskan, masyarakat perlu memahami bahwa stok dan kuota merupakan dua hal berbeda. Stok berkaitan dengan ketersediaan fisik BBM di terminal atau titik penyimpanan Pertamina, sedangkan kuota menentukan jumlah BBM subsidi yang diperbolehkan untuk disalurkan.
“Stok itu tersedia barangnya di terminal-terminal kami. Namun kuota ini yang menjadi kunci,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyaluran BBM bersubsidi, baik Pertalite maupun Biosolar, berkaitan langsung dengan anggaran subsidi yang disediakan negara. Karena itu, meskipun stok BBM tersedia, penyalurannya tidak dapat melebihi kuota yang telah ditetapkan.
“Kalau barangnya ada, jumlah yang boleh disalurkan ini yang menjadi kunci,” kata Ahad meng akhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....