Budayawan Sampang: Makna Kemerdekaan Harus Dirasakan Seluruh Lapisan Masyarakat

  • 14 Agt 2026 05:13 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang – Budayawan Sampang, R. Tumenggung Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo, menilai makna kemerdekaan Indonesia bagi masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sampang, masih lebih banyak dipahami sebagai kegiatan seremonial. Menurut dia, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan kebangsaan sekaligus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Bustomi mengatakan selama ini peringatan kemerdekaan lebih menonjolkan simbol dan seremoni dibandingkan membangun kesadaran masyarakat terhadap arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Akibatnya, nilai-nilai cinta tanah air, rela berkorban, dan rasa memiliki terhadap negara belum tertanam secara kuat di tengah masyarakat.

"Selama ini kemerdekaan lebih banyak dimaknai secara seremonial dan simbolis. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pendidikan tentang cinta tanah air, rela berkorban, dan merasa memiliki negara ini," kata Bustomi, Kamis 13 Agustus 2026.

Menurut dia, pelaksanaan upacara kemerdekaan juga belum sepenuhnya menjadi milik seluruh lapisan masyarakat. Peserta upacara masih didominasi pelajar, aparatur sipil negara (ASN), dan pejabat, sehingga muncul kesan bahwa peringatan kemerdekaan hanya menjadi agenda kelompok tertentu.

"Seolah-olah peringatan kemerdekaan hanya milik murid dan para pegawai. Kapan para kiai dilibatkan? Kapan para ulama dilibatkan? Kapan tokoh adat dilibatkan? Kapan tokoh masyarakat dilibatkan?" ujarnya.

Bustomi mengungkapkan bahwa pada era 1960-an seluruh unsur masyarakat diwajibkan mengikuti upacara kemerdekaan sehingga semangat nasionalisme lebih terasa.

"Pelibatan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat perlu dihidupkan kembali agar peringatan kemerdekaan menjadi ruang memperkuat persatuan dan pendidikan karakter bagi seluruh warga," ucapnya.

Selain itu, ia menilai makna kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan secara substantif. Meski Indonesia telah merdeka dan berdaulat, masyarakat masih berharap terbebas dari kemiskinan, persoalan ekonomi, ancaman sosial, serta memiliki kemerdekaan dalam berpikir, berusaha, dan menjalani kehidupan yang lebih sejahtera.

"Makna kemerdekaan jangan berhenti pada upacara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat benar-benar mencintai tanah air dan merasakan kemerdekaan lahir maupun batin," kata Bustomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....