Dua Kelas SDN Taman 1 Sreseh Ambruk, Siswa Belajar di Ruang Sekat
- 12 Agt 2026 11:47 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Dua ruang kelas (kelas I dan II) SDN Taman 1 di Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Jawa Timur ambruk pada Senin 10 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB.
- Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya bangunan sekolah karena lokasi sudah kosong saat kejadian.
- Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Mohammad Yusuf membenarkan kejadian tersebut.
RRI.CO.ID, Sampang - Dua ruang kelas SDN Taman 1, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, ambruk pada Senin 10 Agustus 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena sekolah sudah kosong saat bangunan roboh.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Mohammad Yusuf, membenarkan kejadian tersebut. Ruang kelas yang ambruk merupakan kelas I dan kelas II.
"Iya benar, ada dua ruang kelas yang roboh, yaitu kelas 1 dan kelas 2," kata Yusuf saat dikonfirmasi, Rabu 12 Agustus 2026.
Yusuf menjelaskan bangunan roboh diduga dipicu usia gedung yang sudah tua. Kondisi angin kencang di kawasan pesisir saat kejadian turut memperparah kerusakan hingga dua ruang kelas ambruk.
"Bangunannya memang sudah tua. Saat itu juga angin cukup kencang karena lokasinya dekat dengan laut. Beruntung kejadiannya malam hari sehingga tidak ada korban," ujarnya.
Meski dua ruang kelas tidak lagi bisa digunakan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Untuk sementara, siswa kelas I dan II dipindahkan ke ruang kelas lain dengan sistem penyekatan.
"Sementara pembelajaran kami gabungkan dengan kelas lain menggunakan sekat agar kegiatan belajar tetap berjalan," ucap Yusuf.
Usai kejadian, Dinas Pendidikan langsung menyusun laporan kepada Pemerintah Kabupaten Sampang dan pemerintah pusat sebagai usulan rehabilitasi. Namun, Yusuf mengatakan realisasi pembangunan kembali bergantung pada keputusan pemerintah pusat.
"Kami sudah membuat laporan ke daerah dan pusat agar masuk anggaran rehabilitasi. Tetapi sampai sekarang usulan yang kami sampaikan, termasuk beberapa sekolah yang roboh sebelumnya, belum ada kepastian. Sementara anggaran darurat di daerah juga belum tersedia," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....