Atasi Hama Musim Kemarau DP2KP Bangkalan Gencarkan Pendampingan dan Rubuha
- 06 Agt 2026 12:15 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan mengantisipasi ancaman serangan hama pada musim tanam ketiga dengan optimalisasi irigasi perpompaan dan pendampingan intensif di lapangan.
- Potensi serangan hama tikus dan ulat cenderung meningkat pada musim kemarau karena pola tanam petani yang tidak serempak, memfokuskan hama pada lahan pertanian yang aktif.
- Upaya pencegahan dilakukan melalui koordinasi Dinas Pertanian dengan petani lokal untuk meningkatkan kesiapan dan kesadaran terhadap risiko serangan hama.
RRI.CO.ID, Bangkalan – Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kabupaten Bangkalan bergerak cepat mengantisipasi ancaman serangan hama dan penyakit tanaman pada musim tanam ketiga (musim kemarau). Selain mengoptimalkan irigasi perpompaan untuk mengatasi kekeringan, pendampingan intensif di lapangan juga terus dilakukan.
Kepala Bidang Pertanian DP2KP Kabupaten Bangkalan, Abu Said, menjelaskan potensi serangan hama khususnya tikus dan ulat cenderung meningkat pada musim kemarau. Hal ini dipicu oleh pola tanam petani yang tidak serempak, sehingga hama berfokus menyerang lahan pertanian yang aktif.
"Karena penanaman tidak serempak pada musim ketiga ini, hama seperti tikus menumpuk menyerang tanaman yang ada, baik itu padi, jagung, maupun kacang-kacangan. Ini menjadi ancaman serius yang langsung kami respon di lapangan," ujar Abu Said. Kamis, 6 Agustus 2026.
Untuk menekan risiko gagal panen, DP2KP Bangkalan menerjunkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) guna mendampingi para petani secara berkala melalui sejumlah aksi nyata.
“Gerojokan Tikus & Pendampingan, Pembasmian gropyokan/gerojokan secara bersama-sama saat ditemukan indikasi awal serangan, Pembangunan Rubuha (Rumah Burung Hantu) Edukasi dan pembuatan fasilitas menara mini setinggi minimal 4 meter di tengah sawah. Rubuha berfungsi sebagai tempat singgah maupun sarang predator alami pemangsa tikus,” ucapnya.
Selain itu menurut Abu Said, bantuan Stimulan Obat-obatan, Penyaluran bantuan stimulan pestisida dan obat-obatan secara langsung kepada kelompok tani yang terdampak serangan ulat atau hama lainnya.
“Mengenai pembiayaan dan sarana pendukung, Pemkab Bangkalan secara aktif menjemput bola hingga ke pemerintah provinsi dan pusat guna menutupi keterbatasan APBD daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, upaya tersebut mencakup pengusulan perbaikan jaringan irigasi, jalan usaha tani, hingga bantuan sarana prasarana pertanian lainnya.
“Pada tahun 2026, berbagai program bantuan fisik dan pengadaan dialokasikan secara bertahap dengan memprioritaskan kawasan kelompok tani yang paling membutuhkan,” imbuh Said dengan meng akhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....