Tingkatkan Minat Baca, Perpustakaan Daerah Sampang Gelar Lomba Bertutur

  • 05 Agt 2026 05:16 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Sampang terus berupaya meningkatkan minat baca anak sejak usia dini. Salah satunya melalui ajang Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang digelar di Gedung Perpustakaan Daerah di Jalan Merapi, Sampang.

Suasana perpustakaan pada Selasa siang, 4 Agustus 2026 tampak semarak. Kehadiran mobil perpustakaan keliling di halaman gedung menyambut para pengunjung dan peserta yang antusias mengikuti serta menyaksikan kebolehan siswa-siswi SD/MI bertutur tentang cerita rakyat dan legenda daerah Sampang. Kegiatan rutin tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 4–5 Agustus 2026.

Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Disperpusip Sampang, Kurnia Sufartina menyampaikan bahwa kegiatan ini didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI untuk terus menjaga dan meningkatkan minat baca pada anak.

"Lomba bertutur ini diperuntukkan bagi kelas rendah, yakni kelas 3 dan kelas 4 SD/MI, dengan melampirkan bukti rapor atau surat keterangan dari sekolah. Melalui lomba ini, anak-anak menampilkan dan menceritakan kembali buku bermuatan budaya lokal atau cerita rakyat Sampang yang telah mereka baca," tuturnya.

Sebagaimana juknis Perpusnas, kegiatan ini dipusatkan di Gedung Perpustakaan Daerah. Meski dipusatkan di kota, partisipasi peserta cukup tinggi. Sebanyak 43 peserta hadir dari berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Tambelangan, Camplong, hingga wilayah yang cukup jauh seperti Sokobanah.

" Untuk menjaga kualitas penilain, kami menghadirkan tiga orang juri profesional, yakni Pendongeng Nasional Avan Fathurrahman dari Sumenep, aktivis relawan literasi masyarakat (Relima) Kabupaten Sampang, serta unsur pendidik berpengalaman di bidang bertutur," kata Tina.

Ke depan, pihak Perpustakaan Daerah Sampang berharap adanya dukungan anggaran dari APBD agar seleksi dapat dilaksanakan berjenjang mulai dari tingkat kecamatan. Dengan begitu, sekolah-sekolah di wilayah pelosok dapat terjangkau dan ikut berpartisipasi sebelum melangkah ke tingkat kabupaten sehingga pembangunan minat baca anak di Sampang semakin luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....