Menularkan Minat Baca Buku di tengah Gempuran Teknologi Digital

  • 08 Sep 2026 18:24 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Febri Hidayati bergabung dengan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Kabupaten Sampang untuk meningkatkan minat baca masyarakat lokal.
  • Minat membaca masyarakat menghadapi tantangan berat di tengah kemajuan teknologi canggih dan perkembangan media sosial.
  • Membaca buku dianggap lebih bermanfaat daripada berselancar di media sosial karena mengurangi paparan informasi palsu dan hoaks.

RRI.CO.ID, Sampang - Minat membaca buku masyarakat di tengah gempuran teknologi canggih terus mengalami tantangan berat. Berangkat dari kecintaan mendalam terhadap buku, Febri Hidayati memutuskan untuk bergabung sebagai bagian dari Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Kabupaten Sampang demi menularkan kebiasaan membaca kepada warga luas.

Febri mengungkapkan bahwa membaca buku merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan dan dapat dilakukan kapan saja di sela-sela waktu luang. Menurutnya, membiasakan diri membaca buku jauh lebih bermanfaat dibandingkan sekadar berselancar tanpa arah di media sosial yang rentan terpapar oleh beragam informasi palsu atau hoaks.

Lebih lanjut, pegiat literasi yang mengaku membaca beragam jenis buku ini menegaskan bahwa tugas utama RELIMA adalah menghidupkan kembali tradisi literasi daerah.

"Langkah nyata tersebut diambil guna menjawab kegelisahan nasional terkait terus menurunnya tingkat literasi masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun," jelasnya saat berdialog dalam program Literasi Digital Pro 1 Sampang, Selasa, 8 September 2026.

Ia menekankan bahwa makna literasi saat ini telah berkembang luas sesuai standar UNESCO, yakni kecakapan menerima serta memanfaatkan informasi demi meningkatkan kualitas hidup. Menurut Febri, masyarakat tidak hanya dituntut bisa membaca huruf, tetapi juga wajib mampu memahami isi pesan secara menyeluruh.

Melalui kehadiran RELIMA di Kabupaten Sampang, Febri berharap gerakan ini mampu memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat. Ia optimistis bahwa dengan edukasi yang konsisten, masyarakat dapat kembali menjadikan buku sebagai media penajaman pikiran sekaligus pelembut hati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....