Petani Torjun Tanam 40 Ribu Batang Tembakau, Optimistis Panen Berkualitas

  • 13 Jul 2026 21:16 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Petani tembakau di Kabupaten Sampang berharap cuaca tetap stabil tanpa hujan hingga masa panen untuk menjaga kualitas dan harga jual daun tembakau.
  • Moh. Hijab mengelola dua hektare lahan dengan sekitar 40 ribu batang tembakau yang membutuhkan modal produksi sekitar Rp15 juta hingga panen.
  • Stabilitas harga di tingkat pembeli dan cuaca bersahabat menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan musim tanam tembakau tahun ini di Sampang.

RRI.CO.ID, Sampang - Musim kemarau tahun ini membawa optimisme bagi petani tembakau di Kabupaten Sampang, Madura. Sejumlah petani berharap cuaca tetap stabil tanpa hujan agar kualitas daun tembakau meningkat dan mampu mendongkrak harga jual saat musim panen.

Moh. Hijab, petani tembakau di Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, mengatakan kondisi tanaman pada musim tanam tahun ini cukup baik. Menurut dia, cuaca yang didominasi musim kemarau menjadi faktor penting bagi pertumbuhan tembakau.

"Kami harap hujan tidak turun hingga masa panen agar kualitas hasil tetap terjaga," jelasnya Senin 13 Juli 2026.

Hijab mengelola sekitar dua hektare lahan dengan populasi kurang lebih 40 ribu batang tembakau yang tersebar di area sawah dan tegal.

"Serangan hama masih tergolong normal dan dapat dikendalikan menggunakan pestisida sehingga belum mengganggu pertumbuhan tanaman secara signifikan," tuturnya.

Ketersediaan air untuk penyiraman juga dinilai masih mencukupi karena memanfaatkan sumur bor. Meski demikian, biaya produksi yang dikeluarkan petani tidak sedikit.

"Untuk mengelola sekitar 40 ribu batang tembakau hingga panen, Hijab memperkirakan kebutuhan modal mencapai sekitar Rp15 juta, termasuk biaya tenaga kerja dan pengairan," terangnya.

Di tengah besarnya biaya produksi, Hijab berharap harga tembakau pada musim panen mendatang sesuai harapan petani.

"Harga yang layak menjadi penentu keberlanjutan usaha tani tembakau sekaligus memberikan keuntungan yang sepadan dengan modal dan tenaga yang telah dikeluarkan selama masa tanam,"tuturnya.

Memasuki puncak musim kemarau, para petani di Sampang kini menggantungkan harapan pada cuaca yang bersahabat serta stabilitas harga di tingkat pembeli. Keduanya dinilai menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan musim tanam tembakau tahun ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....