BPBD Sampang Minta Warga Tak Panik Hadapi Sumur Bergas

  • 08 Jul 2026 11:00 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Semburan gas ditemukan pada sumur bor di Desa Rabasan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang yang sempat menimbulkan percikan api.
  • Petugas BPBD berhasil memadamkan api menggunakan kain basah dan meninggikan pipa sumur untuk mencegah terjadinya percikan api kembali.
  • BPSDM Jawa Timur dijadwalkan mengambil sampel gas untuk dilakukan uji laboratorium sebagai dasar penentuan langkah penanganan selanjutnya.

RRI.CO.ID, Sampang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang mengimbau masyarakat agar tidak panik menyusul ditemukannya semburan gas pada sumur bor di Desa Rabasan, Kecamatan Kedungdung. Meski sempat muncul percikan api, kondisi di lokasi kini telah terkendali dan berada dalam pengawasan petugas.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan tim BPBD telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Petugas memastikan semburan gas memang terjadi dan sempat memicu percikan api. Namun, api berhasil dipadamkan menggunakan kain basah, kemudian pipa sumur ditinggikan agar tidak mudah tersulut kembali.

"Alhamdulillah api sudah berhasil dipadamkan. Pipa sumur juga kami tambah ketinggiannya agar lebih aman dan tidak mudah memicu percikan api lagi," ujar Hozin, Rabu 08 Juli 2026.

Menurutnya, hasil penanganan awal telah dilaporkan kepada Bupati Sampang dan diteruskan kepada Bagian Perekonomian Setdakab untuk dikoordinasikan dengan BPSDM Jawa Timur. Instansi tersebut dijadwalkan mengambil sampel gas guna dilakukan uji laboratorium sebagai dasar penentuan langkah penanganan selanjutnya.

Sementara menunggu hasil pemeriksaan, BPBD telah memasang police line di sekitar lokasi. Masyarakat diminta tidak memasuki area sumur maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik. Aktivitas sehari-hari tetap berjalan seperti biasa, tetapi jangan mendekati lokasi sumur selama proses pemeriksaan belum selesai dan garis pembatas masih terpasang," tegas Hozin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....