Dinkes-KB Sampang Gelar Operasi Kontrasepsi MOW Gratis di RSUD dr. Mohammad Zyn
- 23 Jun 2026 07:25 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) secara massal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Sampang, Senin 22 Juni 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB dan Dalduk) Dinkes-KB Sampang, Zahruddin menyatakan, metode MOW dipilih karena memiliki efektivitas tinggi dan bersifat jangka panjang (permanen). Metode kontrasepsi modern ini sangat tepat bagi ibu yang sudah cukup memiliki anak atau tidak dianjurkan hamil lagi demi alasan kesehatan.
"MOW merupakan kontrasepsi modern yang dilakukan satu kali dan berlaku permanen. Pelayanannya pun wajib di rumah sakit karena memerlukan tindakan medis khusus, tidak bisa di puskesmas," tutur Zahruddin.
Pada pelaksanaan gelombang kedua tahun ini, tercatat sebanyak 20 akseptor yang berhasil menjalani prosedur MOW dari total 23 pendaftar. Tiga pendaftar lainnya batal mengikuti operasi akibat kendala kesehatan dan urusan personal. Pada gelombang pertama lalu yang bertepatan dengan Hari Bidan Nasional, Dinkes-KB Sampang juga telah menjaring 10 akseptor.
Zahruddin memastikan seluruh pelayanan MOW ini diberikan secara gratis melalui dukungan dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dari pemerintah pusat dan provinsi.
"Jika dilakukan secara mandiri, biaya operasi ini bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp6 juta. Namun melalui program ini, semuanya gratis. Kami juga memastikan tindakan aman karena ditangani tenaga medis profesional serta melalui skrining kesehatan yang ketat," tambahnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) RSUD dr. Mohammad Zyn, dr. Zakky Sukmajaya menjelaskan bahwa MOW dilakukan dengan cara memutus saluran telur sehingga tidak terjadi proses pembuahan.
"Secara teori saluran yang diputus bisa disambung kembali, tetapi prosesnya sangat sulit dan belum tentu berhasil. Oleh karena itu, harus dimusyawarahkan matang-matang dengan suami dan keluarga," ujar dr. Zakky.
Ia menambahkan, kondisi pasien akan terus dipantau selama satu minggu pascaoperasi untuk memastikan pemulihan berjalan optimal.
Setelah operasi, para penyuluh KB akan mendampingi akseptor selama masa pemulihan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....