Umat Muslim Harus Menyiapkan Hati yang Bersih di Dunia

  • 18 Jun 2026 07:25 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang – Umat muslim harus menyiapkan qolbun salim atau hati yang bersih selama hidup di dunia sebagai kunci keselamatan di akhirat. Kesucian jiwa ini menjadi bekal yang teramat krusial mengingat harta kekayaan materi dan anak-anak sama sekali tidak akan bisa menolong manusia saat menghadapi hari kebangkitan kelak.

Oleh karena itu, selain memaksimalkan amal ibadah badaniyah, investasi batiniah berupa kebersihan hati harus menjadi prioritas utama demi meraih keselamatan sejati pasca-kematian. Pernyataan mengenai pentingnya kesucian batin tersebut disampaikan oleh Fauzan, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karang Penang, Sampang, dalam dialog Mutiara Pagi, Kamis, 18 Juni 2026.

Fauzan menerangkan bahwa amalan pertama yang kelak dihitung atau dihisab pada hari kiamat adalah ibadah salat, yang kemudian diikuti oleh amalan sentral lainnya seperti zakat, puasa, dan haji. Namun, ia menekankan bahwa ada satu bekal yang sering kali dipandang remeh namun menjadi kunci utama keselamatan, yaitu hati yang bersih.

"Hati yang bersih ini dijauhkan dari rasa iri, rasa dengki, dan rasa sombong, serta menjadi bekal utama untuk meraih ketenangan hidup,” katanya.

Lebih lanjut, Fauzan menjelaskan bahwa istilah hati yang bersih ini di dalam Al-Qur'an disebut sebagai qolbun salim, sementara dalam hadis nabi diistilahkan dengan salamatus shodr. Ia kemudian mengutip Surah Asy-Syu'ara yang memuat doa Nabi Ibrahim AS agar tidak dihinakan pada hari kiamat, yaitu hari ketika harta kekayaan tidak lagi berguna kecuali bagi mereka yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.

Merujuk pada kitab Al-Tafsir Al-Munir karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili, ayat tersebut menegaskan betapa tingginya kedudukan kesucian batin di hadapan Sang Pencipta. Fauzan mengajak seluruh sahabat muslim untuk terus membersihkan jiwa dari berbagai penyakit batin seperti rasa iri, dengki, dan sifat sombong.

Menjaga kebersihan hati bukan sekadar ritual tanpa makna, melainkan sebuah pondasi utama bagi seorang hamba untuk bisa merasakan ketenangan hidup yang hakiki. Dengan konsisten merawat kesucian batin tersebut, seorang muslim akan memiliki bekal terbaik demi meraih keselamatan yang kekal, baik di dunia maupun di akhirat (fi dunya wal akhirah).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....