Tiga Fondasi Utama untuk Menjalani Hidup yang Bermakna

  • 01 Agt 2026 22:03 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Robatal menekankan bahwa hidup harus diarahkan agar bernilai ibadah dan membawa kebahagiaan dunia serta keselamatan akhirat, bukan sekadar dijalani tanpa makna.
  • Fondasi pertama yang wajib dibangun setiap muslim adalah menyiapkan bekal amal soleh untuk kehidupan akhirat melalui investasi spiritual jangka panjang.
  • Memperbanyak taqwa, melanggengkan ibadah, dan menjaga hubungan sesama menjadi investasi utama dalam mempersiapkan diri sebelum ajal tiba.

RRI.CO.ID, Sampang - Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Robatal, Ustadzah Sofatul Jennah, memaparkan pentingnya membangun tiga fondasi utama agar manusia dapat menjalani kehidupan yang bermakna. Ia menegaskan bahwa hidup bukan sekadar dijalani, melainkan harus diarahkan agar bernilai ibadah serta membawa kebahagiaan dunia dan keselamatan akhirat. Fondasi pertama yang wajib dibangun setiap muslim adalah menyiapkan bekal amal soleh untuk kehidupan akhirat.

“Memperbanyak taqwa, melanggengkan ibadah, dan menjaga hubungan sesama menjadi investasi utama sebelum ajal menjemput,” ucapnya, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Fondasi kedua yang tidak kalah penting adalah bekerja keras dan menjaga produktivitas untuk kebutuhan dunia. Ustadzah Sofatul meyakinkan bahwa Islam melarang umatnya menjadi pemalas dan justru memerintahkan untuk mencari karunia Allah setelah menunaikan ibadah. Mencari nafkah melalui profesi apapun, seperti petani, nelayan, guru, maupun pegawai, bernilai ibadah selama dilakukan dengan jujur dan amanah.

“Keseimbangan antara mengejar kebahagiaan akhirat dan tidak melupakan bagian di dunia menjadi kunci utama ajaran Islam,” tambahnya.

Adapun fondasi ketiga menekankan pentingnya memastikan setiap rezeki yang diperoleh berasal dari sumber yang halal dan beriman. Menurutnya, keberkahan jauh lebih penting daripada sekadar jumlah harta yang berlimpah. Rezeki yang halal akan melahirkan ketenangan dalam keluarga, mencetak anak-anak yang soleh, serta menjadikan doa-doa mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

“Sebaliknya, harta dari jalan yang haram seperti korupsi, suap, dan penipuan hanya akan menghalangi datangnya ridha Allah,” tutupnya.

Mengakhiri penyampaiannya, Ustadzah Sofatul mengajak masyarakat untuk terus menyelaraskan usaha dan doa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memegang teguh ketiga fondasi tersebut, seorang muslim diharapkan mampu meraih kebaikan di dunia sekaligus keselamatan di akhirat, sebagaimana doa yang terkandung dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 201.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....