Cara Membungkus dan Mendistribusikan Daging Kurban dengan Aman
- 26 Mei 2026 10:42 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan - Menjelang Idul Adha, panitia kurban di berbagai masjid di Bangkalan diingatkan untuk memperhatikan cara pengemasan dan pendistribusian daging kurban agar tetap higienis dan aman dikonsumsi. Mulai dari pemilihan plastik pembungkus hingga batas waktu distribusi, semua menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas daging.
Medik Veteriner Ahli Muda Dinas Peternakan Bangkalan, Raswan, menjelaskan daging kurban harus dibungkus dengan plastik bening food grade atau wadah alami seperti besek dan daun pisang.
“Tidak boleh menggunakan kresek hitam karena biasanya terbuat dari plastik daur ulang yang berisiko mencemari daging,” ujarnya. Selasa, 26 Mei 2026.
Ia juga menekankan bahwa daging dan jerohan tidak boleh disatukan dalam satu kemasan, melainkan harus dipisahkan. Selain itu, distribusi daging kurban tidak boleh lebih dari empat jam setelah pemotongan.
“Daging adalah bahan yang mudah rusak, panitia harus segera mendistribusikan agar aman dikonsumsi,” jelas Raswan.
Bagi penerima manfaat, Raswan mengingatkan agar daging kurban tidak dicuci sebelum dimasak. Jika terpaksa dicuci, daging harus direbus terlebih dahulu selama 30 menit, lalu disimpan di freezer agar kualitas tetap terjaga.
Hal lain yang tak kalah penting adalah pengelolaan limbah pemotongan. Limbah tidak boleh dibuang ke sungai, melainkan ditampung dalam lubang khusus di sekitar masjid.
“Jika ditutup kembali, limbah itu bisa menjadi pupuk kompos,” tambahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....