Sensus Ekonomi 2026, Data untuk Kemanusiaan
- 12 Mei 2026 10:54 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Pamekasan - Dalam satu dekade terakhir lanskap ekonomi global tidak bisa dilepaskan dari peran digitalisasi. Di Indonesia, transformasi ini terlihat jelas pada aktivitas ekonomi, mulai dari cara masyarakat berbelanja hingga bagaimana pelaku usaha mempromosikan dan menjual barang dan jasa.
Meski demikian, transformasi dunia usaha dari konvensional ke digital tidak berlangsung secara merata. Tidak semua pelaku usaha memiliki tingkat adopsi teknologi yang sama. Dalam hal ini, Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi sangat relevan.
SE 2026 dirancang untuk mengumpulkan data menyeluruh mengenai jumlah dan jenis usaha termasuk pemanfaatan teknologi digital. Pendataan ini berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026.
Kepala BPS Kabupaten Pamekasan, Parsad Barkah Pamungkas mengatakan data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi dapat bermanfaat bagi para pencari kerja."Dengan sensus ekonomi, para pencari kerja akan lebih mudah mengetahui jumlah perusahaan di daerahnya yang sesuai dengan kemampuan mereka," ucapnya, Selasa, 12 Mei 2026.
"Termasuk bagi perguruan tinggi untuk menyusun kurikulum yang relevan, berbasis data dan menyesuaikan dengan kebutuhan industri terkini di Kabupaten Pamekasan."
Lanjut Parsad menyampaikan, Sensus Ekonomi ini juga menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah."Kendala yang dihadapi, berapa pelaku UMKM yang dapat dibantu pemerintah, para pemuda yang bergerak di ekonomi kreatif dan usaha-usaha kecil yang butuh bantuan dapat terdeteksi," katanya.
Menurut Parsad, Sensus Ekonomi ini juga bersangkut-paut dengan salah satu misi Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang ingin menggerakkan ekonomi lokal melalui rumah tangga.
"Kita akan tahu ada berapa rumah tangga yang sudah mempunyai usaha, jenis usahanya, serta omzetnya, dan ada berapa rumah tangga yang belum memiliki usaha," ujarnya.
Di satu sisi, Sensus Ekonomi ini juga membuka peluang kerja karena ada rekrutmen petugas lapangan."Di Kabupaten Pamekasan kebutuhannya kurang lebih 1.109 petugas sensus," ucapnya.
"Para petugas dibekali untuk menggali pertanyaan terkait ekonomi digital serta menggunakan big data untuk mencatat usaha-usaha yang ada di platform digital, sehingga nanti menjadi informasi yang bisa mendekati kenyataan perkembangan ekonomi digital selama beberapa tahun ke belakang."
Ia menambahkan, Sensus Ekonomi ini diintegrasikan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menghasilkan data komprehensif yang mencakup informasi usaha dan tingkat kesejahteraan rumah tangga.
"Data dari Sensus Ekonomi berdampak pada kemanusiaan. Data itu tidak sekadar angka, tetapi berkaitan dengan nasib banyak orang," katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....