BPBD Bangkalan, Fenomena Puting Beliung Siklus Pancaroba
- 27 Apr 2026 15:53 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan: Fenomena puting beliung yang terjadi di wilayah Kabupaten Bangkalan merupakan bagian dari siklus peralihan musim. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang kerap muncul di masa transisi hujan menuju kemarau.
Kalaksa BPBD Bangkalan, Moh. Zainul Qomar menjelaskan, berdasarkan keterengan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) puting beliung terjadi akibat perbedaan suhu signifikan antara permukaan tanah yang panas dan udara di atasnya.
“Kondisi ini memicu pergerakan udara naik (updraft) yang kuat, sehingga terbentuk pusaran angin lokal dengan cakupan sempit,” kata Zainul Qomar dalam dialog interaktif Sampang menyapa di RRI Sampang, Senin 27 April 2026.
| Baca juga: Prakiraan Cuaca Wilayah Madura, 17 Juni |
Ia menyampaikan fenomena puting beliung yang terjadi di wilayah Kecamatan Labeng dan Desa Telang Kamal tidak menimbulkan kerusakan berarti.
“Kami menghimbau masyarakat menjauhi lokasi bila fenomena serupa terjadi, bukan malah mendekat seperti yang sempat viral di Jawa Barat itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, nelayan sempat waswas untuk melaut akibat pusaran angin tersebut. Namun kondisi saat ini relatif aman, dan masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi dari BMKG.
“BMKG memprediksi musim kemarau akan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026. Meski intensitas hujan berkurang, peluang hujan tetap ada, sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak,” ucapnya.
Fenomena puting beliung di Bangkalan menjadi pengingat bahwa masa pancaroba menyimpan potensi cuaca ekstrem. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci agar tidak menimbulkan korban maupun kerugian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....