BPBD Sampang Telusuri Penyebab Gemuruh dari Sawah di Kedungdung
- 03 Agt 2026 15:22 WIB
- Sampang
Poin Utama
- BPBD Kabupaten Sampang melakukan survei lapangan di persawahan Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, setelah menerima laporan fenomena suara gemuruh dari dalam tanah pada 3 Agustus 2026.
- Fenomena suara gemuruh terdengar dari lahan percaton yang sedang digarap oleh Sadiri berusia 50 tahun dan Agusyanto berusia 30 tahun, kedua-duanya warga Desa Gunung Eleh.
- Warga melaporkan bahwa suara gemuruh dari dalam tanah terdengar ketika sawah dalam kondisi tertentu, yang memerlukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab dan potensi risiko bencana.
RRI.CO.ID, Sampang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang melakukan survei lapangan setelah menerima laporan adanya suara gemuruh dari dalam tanah di area persawahan Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Senin, 3 Agustus 2026.
Fenomena tersebut terjadi di lahan percaton yang sedang digarap Sadiri (50) dan Agusyanto (30), warga Desa Gunung Eleh. Warga melaporkan suara gemuruh terdengar dari dalam tanah ketika sawah dalam kondisi tertentu.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan turun ke lokasi bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sampang serta Dinas PUPR.
"Tim melakukan pengecekan awal di lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengumpulkan informasi terkait fenomena yang dilaporkan masyarakat," kata Mohammad Hozin, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Hozin, berdasarkan keterangan warga, suara gemuruh tersebut bukan kali pertama terjadi. Fenomena itu telah berlangsung sejak lama, terkadang menghilang, kemudian muncul kembali tanpa diketahui penyebab pastinya.
"Selain suara gemuruh, warga juga menyampaikan adanya gelembung udara yang muncul saat sawah tergenang air. Kondisi ini masih memerlukan kajian lebih lanjut bersama instansi teknis," ujarnya.
BPBD memastikan tidak ada korban maupun kerusakan akibat kejadian tersebut. Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor untuk mengetahui penyebab fenomena tersebut sekaligus memastikan keamanan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....