Jemaah Haji Indonesia Dibekali Gelang Identitas
- 17 Apr 2026 15:16 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang- Pemerintah Indonesia mewajibkan seluruh calon jemaah haji untuk mengenakan gelang identitas berbahan logam baja putih atau monel selama berada di Tanah Suci pada musim haji tahun 2026 ini.
Kepala Kemenag Sampang, Fandi mengungkapkan langkah yang diambil oleh pemerintah pusat bukan tanpa alasan terhadap adanya gelang indentitas menggunakan berbahan logam monel yang sebelumnya menggunakan gelang kertas. Gelang identitas bukan sekadar aksesoris, melainkan alat pengenal resmi yang wajib dipakai setiap saat.
"Ketahanan material logam ini diharapkan mampu menjadi "jangkar identitas" yang tidak mudah rusak, meski dibawa berdesakan di tengah lautan manusia saat prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina," Kamis, 17 April 2026.
Fandi menambahkan penggunaan pada gelang tersebut tertera sejumlah informasi penting, di antaranya nama jemaah, nomor paspor, nomor kloter, serta identitas negara asal. Data ini sangat membantu petugas dalam proses identifikasi, terutama ketika jemaah mengalami kendala seperti terpisah dari rombongan atau kehilangan dokumen penting.
Kebijakan penggunaan gelang logam ini menjadi bukti nyata keseriusan pihak penyelenggara haji dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada para tamu Allah. Dengan adanya identitas yang permanen, diharapkan kendala jamaah yang tersesat atau sulit diidentifikasi dapat diminimalisir secara signifikan.
Salah satu tokoh agama di Kabupaten Sampang, Ustaz Halis mengatakan bahwa penggunaan gelang identitas yang diterapkan oleh Kementerian Haji justru sangat membantu para petugas haji untuk identifikasi jumlah jemaah haji Indonesia.
"Dulu kan sering khawatir kalau gelang kertas atau plastik itu sobek atau tulisannya luntur karena kena air wudhu terus-menerus. Kalau pakai monel begini, rasanya lebih tenang. Kita merasa lebih aman, karena kalau pun ada hal yang tidak diinginkan terjadi, petugas bisa dengan mudah mengenali identitas kita lewat gelang logam yang awet ini," ucapnya.
Ia menjelaskan penerapan ini merupakan bentuk perlindungan maksimal dari pemerintah untuk memastikan keamanan seluruh jamaah di tengah jutaan orang dari berbagai belahan dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....