Strategi DKP Pamekasan Jaga Marwah Budaya Madura di tengah Gempuran Tren AI
- 17 Apr 2026 11:23 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Pamekasan - Menghadapi era transformasi global dan maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI), Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) periode 2025-2030 berkomitmen menjaga eksistensi kesenian tradisional melalui pendekatan "Rasa".
Ketua Umum DKP, Arief Wibisono, menekankan bahwa meskipun teknologi memudahkan pembuatan karya, nilai edukasi dan "getaran" rasa dalam seni tetap menjadi ruh yang tidak boleh hilang.
“Ini menjadi benteng utama agar warisan peradaban Madura tetap memiliki marwah di mata generasi muda,” katanya kepada RRI, Jumat, 17 April 2026.
Selain fokus pada pelestarian, DKP juga membidik kolaborasi erat dengan sektor pariwisata untuk memperkenalkan kekayaan lokal kepada wisatawan. Arief merencanakan penataan berbagai titik wisata di Pamekasan agar bisa menjadi panggung bagi pertunjukan seni yang sesuai dengan kearifan lokal.
“Dengan pendekatan ini, diharapkan setiap turis yang datang dapat langsung merasakan pengalaman budaya yang autentik dan edukatif,” ujarnya, menambahkan.
Menutup keterangan, Arief mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga tokoh budaya, untuk bersinergi menjaga identitas daerah. Ia menyadari bahwa pengembangan kesenian tidak bisa dilakukan oleh seniman sendirian, melainkan butuh dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat sebagai satu ekosistem. Semangat baru ini diharapkan mampu membawa Pamekasan menjadi daerah yang maju tanpa meninggalkan akar budayanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....