Pemkab Pamekasan Siapkan Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

  • 10 Apr 2026 08:06 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Pamekasan - Bupati Pamekasan Kholilurrahman bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan audiensi dengan Kementerian Dalam Negeri, Selasa, 7 April 2026.

Bupati Kholil mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian krusial dari rangkaian asesmen program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP), di mana Pamekasan sukses menjadi salah satu nominator dari 45 kabupaten/kota se-Indonesia untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis model ekonomi sirkular.

“Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika fiskal daerah, terutama dalam menghadapi tren penurunan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD),” ujarnya.

Bupati Kholil menyampaikan, keikutsertaan Kabupaten Pamekasan dalam LSDP, merupakan bagian dari strategi creative financing (pembiayaan kreatif) agar tetap mampu menjalankan proyek infrastruktur vital tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD konvensional, namun dengan mengoptimalkan pendanaan eksternal dan dukungan teknis internasional dari World Bank melalui Kemendagri. Pamekasan berupaya menembus keterbatasan ruang fiskal agar peningkatan layanan publik tetap berjalan optimal.

Selain fokus pada pengelolaan persampahan dari hulu ke hilir, dalam audiensi itu juga dibahas tentang upaya penguatan program Wefsrid (Water Energy Food Security For Regional Integrated Development). Program ini menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur irigasi strategis yang diproyeksikan mampu menciptakan ketahanan pangan, energi, dan air secara mandiri.

“Sinergi antara LSDP dan Wefsrid menjadi bukti keseriusan Pemkab Pamekasan dalam menyiapkan fondasi pembangunan yang kokoh, baik melalui penyediaan lahan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), penguatan regulasi, maupun pemberdayaan kelembagaan berbasis komunitas untuk menjaga keberlanjutan operasional," katanya.

Menurutnya, partisipasi dalam inisiatif berskala nasional ini diposisikan sebagai solusi jangka panjang dalam menjawab isu strategis lingkungan sekaligus meningkatkan ketangguhan daerah. Melalui transformasi tata kelola yang lebih sistematis dan efisien, Pamekasan menargetkan penurunan risiko bencana secara signifikan, seperti pencegahan banjir dan minimalisir pencemaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....