Bukan Krisis, Cara Berliterasi Generasi Muda Kini Bergeser ke Layar Digital

  • 07 Apr 2026 18:22 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Anggapan bahwa generasi muda mengalami krisis literasi kini mulai terpatahkan oleh sudut pandang baru yang melihat adanya pergeseran media. Auliyah Niswa seorang pegiat literasi, mengungkapkan bahwa kedekatan anak muda dengan informasi melalui gawai sebenarnya menunjukkan aktivitas literasi yang tinggi, hanya saja formatnya telah berubah dari teks fisik ke bentuk visual dan audio-visual.

“Kecepatan informasi di media sosial menjadi magnet utama yang membuat buku fisik seringkali kalah bersaing dengan konten video pendek berdurasi 15 detik,” ucapnya, Selasa, 7 April 2026.

Tantangan terbesar saat ini bukanlah pada ketiadaan minat baca, melainkan pada kebiasaan mencari informasi yang instan. Sementara video pendek menawarkan stimulasi cepat, buku fisik justru mengajak pembacanya untuk berhenti sejenak, fokus, dan berpikir lebih dalam.

Oleh karena itu, literasi modern tidak lagi hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan numerasi serta keterampilan individu dalam memecahkan masalah secara kritis di tengah banjir informasi digital.

Untuk menjembatani celah ini, pendidik dan orang tua disarankan untuk masuk ke dunia mereka terlebih dahulu. Salah satu strateginya adalah dengan memanfaatkan rasa ingin tahu yang muncul setelah menonton video viral, lalu mengarahkannya untuk mencari pendalaman informasi melalui bahan bacaan yang lebih valid.

“Dengan demikian, kemampuan menyaring informasi dan membedakan antara fakta serta opini menjadi kompetensi literasi yang paling krusial di era digital saat ini,” ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....