Banjir Informasi Digital, Generasi Muda Harus Kritis
- 07 Sep 2026 12:59 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang – Generasi muda saat ini tidak kekurangan informasi. Mereka justru menghadapi derasnya arus informasi digital yang menuntut kemampuan untuk menyaring, memahami, dan membedakan informasi yang benar dengan informasi yang belum terverifikasi.
Guru Bahasa Indonesia SMKN 1 Sampang sekaligus pegiat literasi, Auliya Niswa, mengatakan pola literasi generasi muda telah mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi. Aktivitas membaca tidak lagi hanya dilakukan melalui buku, tetapi juga melalui telepon seluler, media sosial, video, dan berbagai platform digital.
"Generasi muda sebenarnya tidak pernah jauh dari informasi, bahkan sangat dekat. Cara mereka berliterasi yang sudah berubah," kata Auliya, Senin, 7 September 2026.
Menurut dia, perubahan media tersebut tidak serta-merta menunjukkan rendahnya minat baca generasi muda. Persoalannya terletak pada kemampuan memahami informasi secara mendalam.
"Kita bukan kekurangan bahan bacaan, justru kita kebanjiran informasi. Masalahnya bukan seberapa banyak yang kita baca, tetapi seberapa banyak yang kita pahami," ujarnya.
Auliya mengatakan kondisi tersebut terlihat di lingkungan sekolah. Siswa dengan cepat mengetahui berbagai informasi yang sedang viral, tetapi masih membutuhkan pendampingan ketika diminta membahas informasi tersebut secara lebih mendalam.
"Karena itu, kemampuan berpikir kritis perlu menjadi bagian penting dari literasi digital," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....