Makna Mendalam Halal Bihalal

  • 02 Apr 2026 06:48 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Dalam siaran Mutiara Pagi RRI Sampang pada Kamis, 2 April 2026, Badrut Tamam, penyuluh agama islam KUA Kecamatan Sreseh mengulas tuntas makna filosofis di balik tradisi halal bihalal. Ia menekankan bahwa halal bihalal adalah tradisi khas Indonesia yang memiliki tiga dimensi makna utama.

“yakni menguraikan benang kusut perselisihan, menjernihkan hubungan yang keruh, serta melepaskan belenggu dosa antar sesama manusia,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meskipun istilah ini tidak ditemukan secara spesifik dalam syariat di negara Islam lain, substansinya sangat dianjurkan. Ia mengibaratkan halal bihalal sebagai momen "pemutihan" dosa sosial.

Jika ibadah Ramadan berfungsi menghapus dosa kepada Allah (hablum minallah), maka halal bihalal menjadi sarana krusial untuk menggugurkan dosa kepada sesama manusia (hablum minannas) yang tidak akan dimaafkan Allah sebelum orang yang bersangkutan saling memaafkan.

Di akhir sesi, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momen pasca-Lebaran sebagai ajang refleksi diri. Melalui pemahaman makna "halal al-hab" (terurainya benang kusut), diharapkan masyarakat tidak hanya sekadar bersalam-salaman secara seremonial.

“Benar-benar membuka lembaran baru dengan hati yang bersih, layaknya bayi yang baru dilahirkan,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....