Tradisi Lebaran Ketupat di Sampang

  • 28 Mar 2026 17:31 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Tradisi Lebaran Ketupat yang digelar pada hari ketujuh setelah Hari Raya Idulfitri masih terus dipertahankan oleh masyarakat Sampang, Madura. Momentum ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan warga setempat sebagai wujud rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan.

Pelaksanaan Lebaran Ketupat di Sampang berlangsung dengan penuh kebersamaan. Warga saling berbagi ketupat serta aneka hidangan sebagai simbol kebahagiaan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Khatib Syuriyah PCNU Sampang, Mahrus Zamroni, menjelaskan bahwa tradisi ini memiliki makna mendalam bagi umat Islam, khususnya di Madura. Ia menyebutkan bahwa Lebaran Ketupat tidak hanya sekadar budaya, tetapi juga sarat nilai ibadah.

"Lebaran ketupat dilaksanakan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas puasa enam hari yang dilakukan setelah menjalankan puasa satu bulan penuh di bulan Ramadan," ujar Mahrus Zamroni, Sabtu, 28 Maret 2026.

Ia menambahkan, tradisi tersebut menjadi pelengkap dari rangkaian ibadah setelah Idul Fitri. Puasa enam hari di bulan Syawal diyakini memiliki keutamaan yang besar bagi umat Muslim.

Selain itu, Lebaran Ketupat juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Masyarakat saling berkunjung dan berbagi makanan sebagai bentuk kebersamaan.

"Tradisi ini terus dipertahankan hingga sekarang, dengan cara warga saling bersedekah ketupat dan berkumpul di mushalla maupun masjid untuk melaksanakan tasyakuran bersama," katanya.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat warga berkumpul dalam kegiatan doa bersama. Tradisi ini tidak hanya memperkuat nilai religius, tetapi juga memperkokoh hubungan sosial di tengah masyarakat.

Dengan terus dilestarikannya tradisi Lebaran Ketupat, masyarakat Sampang berharap nilai-nilai kebersamaan, syukur, dan keimanan tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....