Kasus Campak Sampang Merebak, Laporan di Faskes Minim
- 30 Jan 2026 01:42 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang mencatat adanya kesenjangan antara kondisi di lapangan dengan data laporan fasilitas kesehatan terkait penyebaran penyakit campak.
Meski ditengarai mulai merebak di tengah masyarakat, jumlah kasus yang terdata secara resmi di awal tahun 2026 ini tergolong masih minim.
PJ Campak - Pengelola surveilans penyakit dan imunisasi Dinkes KB Sampang, Hafidz Abdulloh menyampaikan bahwa kasus sangat kecil.
"Data kasus campak awal tahun ini masih minim, dari data yang masuk kasus campak di Sampang melandai, saat ini data awal tahun baru masuk dan masih ada pertambahan meskipun itu sangat kecil, " ucap Hafidz, Kamis, 29 Januari 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun per 20 Januari 2026, tercatat hanya ada 9 kasus campak yang masuk ke sistem pelaporan. Rincian penemuan kasus tersebut meliputi 6 kasus dari RSMZ, 2 kasus dari RS Qonaah dan 3 kasus baru yang masih dalam pemeriksaan.
Pihak Dinkes menyebutkan bahwa saat ini terdapat informasi tambahan kasus dari RSMZ yang memerlukan kajian epidemiologi lebih lanjut. Disinyalir masyarakat menggunakan pengobatan tradisional berupa air kelapa hijau untuk mengobati campak daripada ke fasilitas kesehatan kesehatan terdekat.
Salah seorang penjual kelapa hijau di Kelurahan Karang Dalam, Ahmadi mengatakan terjadi lonjakan penjualan kelapa hijau sejak campak merebak.
"Setiap pembeli degan hijau jenis ejuh untuk obat saya tanya memang untuk sakit anaknya, dan akhir-akhir ini lonjakannya hingga 100 persen di banding hari-hari biasanya," ujarnya.
Dalam kondisi ini masyarakat diminta untuk meningkatkan imunitas, melengkapi vaksin MR dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....