Ini Kendala Pengelolaan Sampah di Sampang

  • 29 Jan 2026 07:56 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - DLH Perkim Kabupaten Sampang menyatakan telah merencanakan inovasi pengelolaan sampah. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama, terlebih saat ini terjadi pengurangan anggaran.

“Kami di sini memang tidak punya alatnya karena terkendala anggaran. Apalagi soal inovasi penggunaan teknologi sampah menjadi sumber energi listrik seperti di Surabaya, pengadaan alatnya itu sampai triliunan,” ujar Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan DLH Perkim Sampang, Aulia Arif, Rabu, 28 Januari 2026.

Aulia Arif menambahkan, kunjungan ke Kabupaten Pasuruan diharapkan dapat memberikan gambaran penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni metode pengolahan sampah khususnya anorganik menjadi bahan bakar padat.

“Ternyata di Pasuruan itu kami diperkenalkan alatnya, ya untuk membeli. Dan alat RDF itu harganya mahal, mencapai miliaran. Kami juga sudah sampaikan ke DPRD bahwa teknologi pengelolaan sampah itu ada tiga, pertama insinerator, kemudian RDF, dan terakhir PLTSA. Namun, untuk PLTSA sulit dijangkau karena harganya triliunan,” ujarnya.

Dengan kondisi anggaran saat ini, DLH Perkim Sampang memprioritaskan pengelolaan sampah untuk pelayanan masyarakat dan operasional rutin. Untuk pengadaan teknologi, dibutuhkan pos anggaran khusus yang perlu dukungan dari DPRD. Meski demikian, kontribusi PAD dari sektor persampahan disebut telah mencapai target sekitar Rp 600 juta per tahun.

“Sementara sumber anggaran kami dimaksimalkan untuk layanan masyarakat dan operasional saja. Anggaran kami memang Rp1,8 miliar selama setahun, dan PAD kami sudah maksimal mencapai target yaitu Rp600 miliar,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....