AI dan Media Sosial Bisa Picu Bias Informasi

  • 15 Jan 2026 11:21 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Ketua Pusat Hubungan Internasional Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Ahmad Cholil, menilai perkembangan media sosial yang masif membawa dampak positif sekaligus risiko besar bagi masyarakat. Menurutnya, media sosial mampu mempererat komunikasi dan membuka ruang ekspresi, namun juga rawan menimbulkan masalah serius.

BACA JUGA: Medsos Dorong Kebebasan Ekspresi Namun Waspada Picu Konflik

Dalam dialog interaktif Kita Indonesia bersama RRI Sampang Kamis 15 Januari 2026, ia menjelaskan media sosial tidak memiliki gatekeeper atau editor yang memverifikasi informasi. Akibatnya, penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, dan stigma sosial lebih cepat dibanding klarifikasi.

“Informasi sering kali menyebar lebih dulu, sementara klarifikasi datang belakangan,” ujarnya.

BACA JUGA: Puncak Penghujan BPBD Bangkalan Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

Ahmad Cholil menambahkan, kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin memperkuat risiko bias informasi. Konten yang dihasilkan AI dapat dengan mudah beredar di media sosial, sehingga masyarakat sulit membedakan mana informasi yang valid dan mana yang manipulatif.

BACA JUGA: BGN Berikan Insentif Guru Penanggung Jawab MBG

Ia mengingatkan, satu kali like atau share terhadap konten bermasalah bisa memengaruhi lingkaran pertemanan dan memperkuat persepsi yang salah.

“Kalau dulu mulutmu harimau, sekarang jarimu harimau. Jadi harus hati-hati,” tegasnya.

Sebagai dosen, Ahmad Cholil menekankan pentingnya peran tenaga pendidik dalam menanamkan nilai persatuan di tengah derasnya arus informasi digital. Mahasiswa, katanya, perlu memahami bagaimana konten dibuat, disebarkan, dan dimanipulasi, termasuk dengan teknologi AI.

“Minimal mereka tahu bahwa konten bisa dibuat dengan AI, sehingga lebih kritis dan tidak mudah terjebak bias informasi,” tambahnya.

Ahmad Cholil menutup dengan ajakan memperkuat literasi digital, kedewasaan sikap, serta komitmen kebangsaan agar perbedaan pendapat tidak berujung pada perpecahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....