Medsos Dorong Kebebasan Ekspresi Namun Waspada Picu Konflik
- 15 Jan 2026 11:10 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan - Ketua Pusat Hubungan Internasional Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Ahmad Cholil, dalam dialog interaktif Kita Indonesia bersama RRI Sampang Kamis, 15 Januari 2026 menilai perkembangan media sosial yang masif telah membawa perubahan besar dalam cara manusia berkomunikasi, membangun relasi, serta membentuk opini publik.
Menurutnya, media sosial di satu sisi menjadi ruang partisipasi dan kebebasan berekspresi. Namun di sisi lain, juga menghadirkan tantangan serius berupa polarisasi, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga melemahnya kohesi sosial.
“Algoritma media sosial lebih menekankan popularitas melalui jumlah like, share, dan komentar, tanpa mempertimbangkan nilai kebenaran atau etika konten. Akibatnya, muncul clickbait, provokasi, bahkan debat kusir yang tidak berujung,” jelas Ahmad Cholil.
Ia menambahkan, maraknya akun anonim, bot, dan buzzer terorganisir semakin memperkeruh ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena dapat menyesatkan opini publik dan menurunkan daya kritis masyarakat.
Karena itu, Ahmad Cholil menekankan pentingnya literasi digital, kedewasaan sikap, serta komitmen kebangsaan agar perbedaan persepsi tidak berujung pada perpecahan.
“Media sosial bukan sekadar soal teknis menginstal aplikasi, tetapi juga soal etika, tanggung jawab, dan kesadaran kebangsaan,” kata Ahmad Cholil yang juga Dosen Fisib UTM itu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....