Mendikdasmen, Revitalisasi Sekolah dan Strategi Peningkatan IPM Sampang

  • 16 Des 2025 13:02 WIB
  •  Sampang

KBRN, Sampang: Pemerintah terus revitalisasi sekolah sebagai bagian dari upaya strategis meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini ditegaskan Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam kunjungan kerja peresmian gedung revitalisasi SMP Muhammadiyah Al-Ithihad, Sampang, Selasa (16/12/2025)

Abdul Mu'ti menyampaikan revitalisasi sekolah merupakan investasi pendidikan jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul.

BACA JUGA: Baznas Pamekasan Buka Donasi Bencana Aceh-Sumatra

“Peresmian gedung revitalisasi dilakukan di sini, tapi nantinya di tempat-tempat lain kami juga adakan peresmian. Alhamdulillah sudah selesai 100 % bisa segera dimanfaatkan untuk peningkatan mutu pembelajaran di sini. Kami juga serahan bantuan pemerintah untuk pembelian mebeler, semoga kantor dan ruangan bisa segera berfungsi dengan baik,” tuturnya.

BACA JUGA: Ponpes Nazhatut Thullab Cetak Santri Berdaya Saing Global

Secara nasional, lebih dari 3.800 proyek pembangunan sekolah telah rampung pada tahun 2025. Beberapa di antaranya direncanakan akan diresmikan secara simbolis oleh Presiden Prabowo sebagai bentuk komitmen negara dalam memperluas akses pendidikan berkualitas.

BACA JUGA: Kemenag Bangkalan Proses Pendampingan Lansia dan Mahram

Selain fisik, Mendikdasmen menekankan untuk daerah dengan IPM rendah, termasuk Sampang, menjadi prioritas dalam program revitalisasi pendidikan. Selain fisik, Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan inklusif melalui pendidikan terbuka dan kesetaraan, seperti program kejar paket A, B setingkat SMP dan paket C setara SMA.

“Iya, ini tantangan kita memang, jadi IPM Sampang dan beberapa tempat lain masih rendah, angka partisipasi pendidikan juga masih baru sekitar sembilan tahun, rata-rata berpendidikan SMP, ini bagian tanggung jawab kita bersama agar anak-anak Indonesia mendapat pendidikan bermutu. Kita dorong anak-anak untuk pengembangan sekolah terbuka dan pendidikan jarak jauh. Dengan demikian dapat menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan IPM,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....