Mahasiswa UTM Kembangkan Silvofishery di Mangrove Pamekasan

  • 26 Sep 2025 16:14 WIB
  •  Sampang

KBRN, Pamekasan: Kawasan Ekowisata Mangrove Lembung di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, kini tak hanya menjadi wahana eduwisata, tetapi juga pusat inovasi budidaya perikanan berkelanjutan. Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura, bekerja sama dengan Pokmaswas Bina Lestari, mengembangkan teknologi silvofishery sebagai bagian dari program “Kampus Berdampak Membangun Desa”.

Silvofishery adalah sistem budidaya yang mengintegrasikan perikanan dengan ekosistem hutan mangrove. Dalam praktiknya, kegiatan budidaya kepiting dilakukan bersamaan dengan penanaman dan pelestarian mangrove, menciptakan model pengelolaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Penanaman Seribu Bibit Mangrove di Pamekasan

“Konsep ini tidak hanya meningkatkan produktivitas perikanan, tetapi juga memulihkan ekosistem mangrove yang sangat penting bagi lingkungan pesisir,” ujar Dr. Akhmad Farid dosen pendamping program. Jum’at (26/9/2025)

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki sekitar 3,6 juta hektare hutan mangrove, atau sekitar 20–23% dari total mangrove dunia. Meski hanya menutupi 0,05% permukaan bumi, mangrove menyerap hingga 14% karbon global, menjadikannya elemen vital dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan pesisir.

BACA JUGA: Selamatkan Pesisir Bangkalan, Pelindo dan TNI Tanam Mangrove

“Program silvofishery ini sejalan dengan visi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mendorong ekonomi biru. Dengan lebih dari 522 ribu hektare tambak tradisional di Indonesia, silvofishery dinilai sebagai solusi ideal untuk menggabungkan konservasi dan ekonomi. Petani dapat memelihara ikan, udang, kepiting, dan kerang, sekaligus menjaga kelestarian hutan mangrove,” ucapnya.

BACA JUGA: Mahasiswa UIM Lakukan Restorasi Mangrove di Pesisir Pamekasan

Menurut data LPPM Universitas Trunojoyo Madura, ekosistem mangrove di Madura memiliki potensi besar untuk pengembangan silvofishery sebagai alternatif pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan pangan nasional.

“Dengan meningkatnya permintaan protein ikan di pasar domestik dan internasional, program ini menjadi langkah strategis untuk mendukung produksi perikanan sekaligus menjaga keseimbangan ekologi pesisir,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....