Waspadai Dampak Psikologis Kecanduan Gawai pada Anak

  • 04 Jul 2026 13:54 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Fenomena kecanduan gawai pada anak usia dini kian memprihatinkan karena berdampak serius terhadap kesehatan mental mereka. Tanpa disadari, ketergantungan ini memicu beragam masalah psikologis yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak secara optimal. Oleh karena itu peran utama orang tua sangat krusial dalam melindungi buah hati dari kecanduan.

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Sumenep, Zamzami Sabiq menyampaikan latar belakang anak rentan terhadap gawai.

“Anak-anak pada usia dini secara psikologis memang belum memiliki kemampuan kontrol diri (self regulation) yang matang. Kondisi ini membuat mereka sangat rentan mengalami kecanduan terhadap gawai jika dibiarkan mengaksesnya tanpa batas, perlu ada kontrol yang matang, di sini orangtua harus mengambil peran,” tutur Zamzami pada sabtu, 4 Juli 2026.

Keterlibatan orang tua dalam pembatasan paparan gawai sangat penting mengingat anak-anak secara psikologis belum memiliki kemampuan self regulation atau kontrol diri yang matang. Tanpa adanya regulasi dan pengawasan yang ketat, anak-anak akan sangat rentan menyerap apa saja yang mereka tonton di internet, tanpa tahu apakah konten tersebut sesuai dengan tahapan perkembangan usia mereka atau tidak.

“Salah satu dampak psikologis nyata yang kerap dijumpai akibat ketergantungan gawai adalah perilaku tantrum. Fenomena anak mengamuk atau menangis histeris saat gawai mereka diambil atau dibatasi jam pengalamannya kini menjadi tantangan nyata bagi banyak orang tua,” tambah Zamzami.

Selain memicu tantrum, paparan media digital yang tidak tersaring juga membuat anak dengan mudah meniru hal-hal negatif. Salah satunya adalah kecenderungan anak meniru kata-kata jorok atau kasar yang didengar dari konten-konten kreator yang tidak selektif dalam menggunakan bahasa,” jelas Zamzami, sabtu 4 Juli 2026.

“Lebih serius lagi, ketergantungan gawai yang akut terbukti memicu kecemasan (anxiety) hingga gangguan tidur akibat kebiasaan berselancar di media sosial sebelum tidur. Ketika otak dipaksa terus bekerja dan tidak siap beristirahat, anak akan rentan mengalami kecemasan mendalam bahkan hingga depresi. Oleh karena itu pengawasan orang tua mutlak diperlukan untuk memutus rantai kecanduan internet yang berdampak buruk bagi masa depan anak,” tegas Zamzami mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....