Dinkes Sampang Dorong Optimalisasi Pos Kesehatan Pesantren

  • 20 Jun 2026 11:54 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang terus memperkuat derajat kesehatan di lingkungan pondok pesantren. Upaya ini diwujudkan melalui optimalisasi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dengan membentuk santri Husada sebagai salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM).

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes KB Sampang, Agus Mulyadi, menyatakan bahwa intervensi di pondok pesantren menjadi sangat strategis mengingat besarnya jumlah santri di wilayah tersebut.

Namun, ia tidak menampik bahwa pola pendidikan dan pengajaran di beberapa pesantren masih bersifat tradisional, yang kerap berdampak pada aspek lingkungan dan ketersediaan air bersih.

"Jumlah santri kita cukup banyak. Kita tahu bahwa sebagian pesantren di beberapa tempat pola pengajaran dan pendidikannya masih tradisional, termasuk dalam hal lingkungan dan ketersediaan air bersih. Karena itu, kami mendorong mereka melalui pembentukan Poskestren ini," ujar Agus Mulyadi di Program Indonesia Sehat, Jumat 19 Juni 2026.

Melalui program Pesantren Sehat ini, Dinkes KB Sampang menargetkan 10 persen dari total santri di setiap pesantren untuk dilatih menjadi Santri Husada. Para Santri Husada ini nantinya akan diberikan pembekalan khusus mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Santri Husada yang sudah dilatih akan menjadi motor dan inisiator bagi rekan-rekannya di lingkungan pondok. Ada tiga aspek utama yang kami ajarkan, yaitu aspek pelayanan kesehatan, aspek perilaku dan sikap (behavior), serta aspek kesehatan lingkungan. Tiga aspek inilah yang menjadi faktor determinan penentu status kesehatan di pondok," kata Agus.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa dari sekitar 250 pondok pesantren yang terdata di Kabupaten Sampang, seluruhnya kini telah memiliki Poskestren. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 hingga 60 Poskestren mendapatkan pendampingan intensif.

Pendampingan ini tidak hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan, melainkan oleh Tim Pembina Poskestren Kabupaten Sampang yang dibentuk secara lintas sektor, melibatkan Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Pendidikan, serta dinas terkait lainnya.

"Pesantren merupakan sebuah potensi besar. Ketika kita berhasil menggarap program kesehatan di pesantren dengan baik, maka hampir 20 sampai 30 persen pekerjaan rumah kita di bidang kesehatan masyarakat sudah terselesaikan," tuturnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....