Kolaborasi Dinkes-Kemenag Sampang untuk Tingkatkan Layanan Poskestren

  • 04 Jun 2026 05:54 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang – Dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat hingga ke lingkungan pondok pesantren, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang menggelar Rapat Koordinasi Tim Pembina Pesantren Sehat di Aula Gedung PPNI Sampang pada Rabu, 3 Juni 2026.

Kegiatan ini diinisiasi untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kesehatan santri sekaligus mendukung program Sajada (Santri Jawa Timur Sehat dan Berkah) yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sampang, Titin Hamidah menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan meningkatkan status dan kualitas Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) yang ada di Sampang.

"Pertemuan bersama ini bertujuan meningkatkan komitmen ke depan agar poskestren di Sampang menjadi poskestren sehat. Bila poskestren secara kelembagaan sehat, maka santrinya juga sehat. Untuk mendukung program Sajada Pemprov Jatim demi terwujudnya Santri Jatim yang sehat dan berkah, dibutuhkan kontribusi dari semua pihak. Mulai dari lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah), instansi terkait, Kementerian Agama, hingga peran aktif lembaga pendidikan pesantren itu sendiri. Ini adalah tugas bersama," tutur Titin Hamidah.

Saat ini, dari total 436 pondok pesantren yang berdiri di Kabupaten Sampang, sebanyak 215 Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) telah aktif berjalan. Jumlah santri yang bernaung di dalamnya mencakup sekitar 20 persen dari total penduduk Sampang, sebuah angka strategis yang dinilai wajib mendapatkan akses dan peningkatan layanan kesehatan yang optimal.

Gayung bersambut, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung langkah Dinas Kesehatan. Perwakilan Kemenag Sampang, Uswatun Hasanah, menekankan bahwa pesantren memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk generasi masa depan yang mandiri. Oleh karena itu, kesehatan fisik dan lingkungan pesantren menjadi modal utama agar santri dapat belajar dengan lebih optimal.

"Kementerian Agama memiliki peran penting sebagai pembina di internal pesantren untuk mendorong terwujudnya lingkungan yang sehat, aman, dan produktif. Kami terus memperkuat edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), meningkatkan kesadaran sanitasi, serta membangun sinergi dengan Dinas Kesehatan," kata Uswatun.

Dengan koordinasi Tim Pembina Pesantren lintas sektor, diharapkan pendampingan dan peningkatan kesehatan di lingkungan pondok pesantren semakin meningkat. Peningkatan ini menjadi penting bagi lingkungan pondok pesantren maupun masyarakar sekitar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....