Kasus Kusta Sampang Naik, Pemerintah Pusat Turun Tangan
- 08 Jul 2025 13:24 WIB
- Sampang
KBRN, Sampang: Kondisi penularan kusta di Kabupaten Sampang kembali mendapat sorotan pemerintah pusat setelah kunjungan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (8/7/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Menkes tidak hanya memantau kondisi langsung, tetapi juga menggelar dialog dengan Bupati Slamet Junaidi serta seluruh tenaga medis dari berbagai puskesmas se-Kabupaten Sampang.
Dalam kesempatan itu, Menkes menyatakan bahwa peningkatan angka prevalensi kusta harus menjadi perhatian serius, terutama bagi daerah yang menjadi kantong endemis.
"Angka 2,27 persen di Sampang cukup tinggi jika dibanding target nasional. Maka dari itu, pendekatan berbasis komunitas dan edukasi masyarakat sangat dibutuhkan,” ujar Budi Gunadi Sadikin.
Ia menyebut bahwa skrining harus dilakukan secara menyeluruh, tidak menunggu pasien datang sendiri ke fasilitas kesehatan.
“Skrining aktif itu kunci. Kita tidak bisa tunggu warga sakit dulu baru bergerak,” ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sampang, Dwi Herlinda Lusi Harini, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus yang terjadi pada tahun 2024 hingga 2025 merupakan dampak dari berkurangnya aktivitas penelusuran selama pandemi serta masih adanya stigma di tengah masyarakat.
“Banyak penderita enggan melapor karena takut dikucilkan. Padahal dengan pengobatan yang tepat, mereka bisa sembuh total,” katanya.
Menurut Lusi, data mencatat 486 kasus pada 2024, dan hingga pertengahan 2025 ditemukan 85 kasus baru.
Bupati Sampang, Slamet Junaidi mengakui bahwa stigma sosial masih menjadi tantangan utama. Namun pihaknya telah menyusun strategi berbasis pendekatan sosial.
“Kami sudah bentuk desa sahabat kusta untuk menghapus stigma, dan ini jadi model intervensi yang sedang kami perluas,” kata Bupati.
Ia berharap dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan NGO, Sampang bisa mempercepat eliminasi kusta dan mengubah paradigma masyarakat terhadap penyakit ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....